Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Pasien RSUD CAM Kota Bekasi Terus Membludak

Jumat 25 Jun 2021 17:35 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Hiru Muhammad

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Bekasi terus bertambah. Kini,  pasienyang datang ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM), Kota Bekasi, meluber hingga ke depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Bekasi terus bertambah. Kini, pasienyang datang ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM), Kota Bekasi, meluber hingga ke depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Foto: Republika/Uji Sukma Medianti
Saat antrean membludak pagi tadi, pihak RSUD langsung membuka bed tambahan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Suasana RSUD Chasbullah Abdulmadjid (CAM), Kota Bekasi, dipadati oleh pasien, pada Jumat (25/6) pagi. Pasien berdatangan tak terbendung. Pihak RSUD sejatinya telah mendirikan tenda-tenda darurat sejak Selasa (22/6) lalu.

Dalam video yang sudah beredar dan viral sosial media itu, pasien yang datang kebanyakan sudah dalam kondisi terkulai, dilengkapi dengan oksigen terpasang. Mereka bahkan ada yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Direktur Utama RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dr Kusnanto Saidi, mengatakan, pasien terus datang melebihi kapasitas yang tersedia.

Semula, pihaknya menyediakan tiga tenda milik BNPB di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kapasitasnya ada 30 bed."Waktu kemarin ditetapkan hanya 30 bed, ternyata pasiennya melebihi 30 bed," jelas Kusnanto, Jumat (25/6).

Lebih lanjut, Kusnanto mengatakan, meski pasien telah membludak hingga harus mendirikan tenda di depan IGD, namun masyarakat masih tetap mau dirujuk ke RSUD CAM. "Warga maunya tetap dirujuk ke RSUD dan semalam itu saya pantau masih bisa memenuhi kapasitas," kata dia.

Saat antrean membludak pagi tadi, pihak RSUD langsung membuka bed tambahan. Dengan spontan, lorong yang ada di pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase. Jumlahnya 15 bed.

Triase berfungsi sebagai tempat transisi memisahkan pasien yang positif Covid-19 dan yang negatif. Setelah terindikasi Covid 19, baru pasien masuk ke dalam ruang IGD. Selama ini, triase berada di dalam ruang IGD."Saya membuka lorong yang ada di pintu masuk gedung A, untuk ditetapkan sebagai penambahan untuk triase sebanyak 15 tempat tidur," lanjut dia.

Pantauan Republika di lokasi, kini jumlah pasien yang mengantre di depan ruang IGD dan juga tenda telah terurai. Namun, tenda masih penuh. Untuk menanggulangi hal ini, Kusnanto mengatakan akan menambah satu lantai tempat tidur di gedung E berjumlah 45 bed."Saya diinstruksikan juga oleh pak wali kota untuk menambah satu lantai tempat tidur di gedung E berjumlah 45 bed untuk mengurai pasien dan Insya Allah sore ini bisa beroperasional ya," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA