Kamis 24 Jun 2021 23:13 WIB

Satgas: 15.242 Warga Sulut Sembuh dari Covid-19

Satgas Covid-19 melaporkan ada tambahan 20 kasus baru dan 29 pasien sembuh

Sejumlah warga berjalan di kawasan Niaga 45, Manado, Sulawesi Utara. Akumulasi warga Sulawesi Utara (Sulut) yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 terus meningkat menjadi 15.242 orang setelah mendapatkan layanan kesehatan.
Foto: ANTARA/ADWIT B PRAMONO
Sejumlah warga berjalan di kawasan Niaga 45, Manado, Sulawesi Utara. Akumulasi warga Sulawesi Utara (Sulut) yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 terus meningkat menjadi 15.242 orang setelah mendapatkan layanan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Akumulasi warga Sulawesi Utara (Sulut) yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 terus meningkat menjadi 15.242 orang setelah mendapatkan layanan kesehatan.

"Hari ini Sulut ketambahan sebanyak 29 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19," ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPH di Manado, Kamis (24/6).

Sebanyak 29 kasus sembuh tersebut berasal dari Kota Manado sebanyak 18 orang dan sisanya dari luar wilayah 11 orang. "Satgas Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kembali kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan," kata dr Steaven mengingatkan.

Kasus harian Covid-19 yang bertambah hari ini yakni sebanyak 20 kasus, atau lebih sedikit dibandingkan dengan kasus Rabu (23/6) yang mencapai 47 orang. Kasus harian ini berasal dari Manado sebanyak lima orang, sementara Kota Bitung (empat orang), dan Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Bolaang Mongondow masing-masing dua orang.

Selanjutnya, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud masing-masing satu kasus. Dokter Steaven menambahkan, secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu telah mencapai 16.057 orang.

Kasus pertama di provinsi ujung Sulawesi itu diumumkan pemerintah daerah pada 14 Maret 2020 lalu. Angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 3,43 persen dengan kasus meninggal sebanyak 552 orang.Sedangkan kasus aktif yang masih mendapatkan perawatan ataupun isolasi mandiri sebanyak 263 orang atau sebesar 1,65 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement