Kamis 24 Jun 2021 19:40 WIB

Empat Daerah di NTT Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis

NTT sudah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan pemantauan awal musim.

Sejumlah embung tampak mulai menipis airnya akibat kekeringan yang melanda Kota Kupang, NTT, Senin (5/8/2019).
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sejumlah embung tampak mulai menipis airnya akibat kekeringan yang melanda Kota Kupang, NTT, Senin (5/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG--Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sebanyak empat daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur berstatus awas mengalami kekeringan meteorologis. "Keempat daerah yang berstatus awas ini adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Sabu Raijua," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Rahmattulloh Adji di Kupang, Kamis (24/6).

Daerah-daerah ini, kata dia, diprakirakan memiliki peluang curah hujan sangat rendah atau kurang dari 20 mili meter (mm) per dasarian dengan peluang 71-100 persen. Rahmattulloh menjelaskan data Hari Tanpa Hujan (HTH) per 20 Juni 2021 menunjukkan bahwa secara umum wilayah NTT mengalami deret hari kering dengan kategori menengah (11-12 hari) hingga eksterm (lebih dari 60 hari).

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini, zona musim di NTT sudah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan pemantauan awal musim kemarau. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan.

Bagi daerah-daerah dengan status peringatan dini kekeringan meteorologis, kata dia agar perlu melakukan langkah antisipasi seperti menerapkan usaha budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air. Selain itu mewaspadai ancaman kebakaran hutan, lahan, dan semak, serta hemat dalam menggunakan air bersih.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement