Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Vaksinasi Covid-19 di Bandung Baru Sentuh 10 Persen Penduduk

Kamis 24 Jun 2021 13:33 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke mahasiswa saat Program Vaksinasi Covid-19 Mahasiswa di Kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Senin (21/6). Program vaksinasi yang digelar oleh Polda Jabar dan alumni FK Unpad bekerja sama dengan Telkom University tersebut menyediakan sebanyak 3.000 dosis vaksin Covid-19 yang ditujukan bagi mahasiswa dan pegawai kampus sebagai upaya percepatan program vaksinasi nasional. Republika/Abdan Syakura

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke mahasiswa saat Program Vaksinasi Covid-19 Mahasiswa di Kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Senin (21/6). Program vaksinasi yang digelar oleh Polda Jabar dan alumni FK Unpad bekerja sama dengan Telkom University tersebut menyediakan sebanyak 3.000 dosis vaksin Covid-19 yang ditujukan bagi mahasiswa dan pegawai kampus sebagai upaya percepatan program vaksinasi nasional. Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan penunjang lainnya sudah mencapai 100 persen

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 yang sudah berlangsung 6 bulan baru menyentuh 10 persen penduduk Kota Bandung. Angka tersebut relatif masih jauh untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) yang ditargetkan minimal 70 persen.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan penduduk Kota Bandung yang divaksinasi sejak Januari hingga pertengahan Juni sudah mencapai kurang lebih 250 ribu orang dari target 474 ribu orang. Angka tersebut sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung yang mencapai kurang lebih 2.6 juta orang.

"Dari 474 ribu (target) baru sekitar 250 ribu tervaksin, 10 persen dari 2.6 juta (penduduk)," ujarnya di acara Bandung Menjawab, Kamis (24/6).

Ia merincikan, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan penunjang lainnya sudah mencapai 100 persen termasuk pelayan publik yang sudah mencapai 100 persen untuk dosis pertama dan kedua. Vaksinasi terhadap lansia masih rendah untuk dosis pertama 34 persen dan dosis kedua sebanyak 30 persen.

Yorisa mengatakan percepatan vaksinasi terhadap masyarakat perlu terus dilakukan secara ekstra agar dapat mencapai kekebalan komunal minimal 70 persen. Salah satu yang digenjot saat ini adalah mulai dilakukan vaksinasi terhadap masyarakat berusia 18 tahun ke atas atau masyarakat umum.

"Kebijakan untuk memvaksin warga individu diatas 18 tahun yang dilakukan Juli dipercepat jadi sekarang sudah terbuka untuk umum, masyarakat rentan dan disabilitas," katanya.

Yorisa mengatakan vaksinasi terhadap masyarakat berusia 18 tahun ke atas dilakukan mengingat kasus penyebaran Covid-19 saat ini mengalami lonjakan signifikan. Pihaknya saat ini sedang memetakan kurang lebih 190 fasilitas kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat berusia 18 tahun ke atas untuk vaksinasi.

Ia mengatakan, masyarakat yang ingin divaksin dapat terlebih dahulu menghubungi petugas puskesmas menanyakan terkait program vaksinasi tersebut. Termasuk pihaknya mendorong vaksinasi massal masyarakat berusia 18 tahun ke atas."Belum ada data berapa yang sudah divaksin," katanya.

Ia melanjutkan distribusi vaksin kepada pemerintah Kota Bandung sudah berjalan dengan baik sehingga dapat leluasa untuk menentukan penggunaannya. Selain program vaksinasi reguler untuk masyarakat, saat ini fasilitas kesehatan didorong untuk dapat menyelenggarakan program vaksinasi gotong royong.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA