Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Menhub: Pelabuhan Anggrek Solusi Masalah Kemiskinan

Rabu 23 Jun 2021 20:35 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Foto: Humas Ditjen Hubla
Konsorsium AGIT menjadi pemenang lelang proyek pengembangan Pelabuhan Anggrek.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rabu (23/6), mengatakan, pengembangan Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara dapat menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan di daerah itu. "Kami mendukung upaya pengembangan Kabupaten Gorontalo Utara yang termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) ini untuk mengentaskan kemiskinan," kata Menhub saat meninjau Pelabuhan Anggrek di Provinsu Gorontalo, Rabu (23/6).

Dengan pengembangan Pelabuhan Anggrek, diharapkan dapat mengembangkan produktivitas dan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pada tahun ini Kemenhub telah menyelesaikan proses lelang dan telah mendapatkan pemenang lelang proyek 18 Juni 2021 yakni Konsorsium Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT).

Konsorsium itu terdiri dari empat perusahaan yaitu PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero). Tahap selanjutnya akan dilakukan penandatanganan perjanjian KPBU dan KSPI yang akan dilaksanakan pada 13 Juli 2021.

Pada 28 September 2021 diharapkan sudah mulai efektif dikelola oleh perusahaan pemenang lelang. Pembangunan Pelabuhan Anggrek akan dilakukan dua tahap dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 Triliun.

Tahap pertama akan dimulai pada tahun 2021 hingga 2023 dengan membangun dermaga, lapangan peti kemas, container, kargo dan fasilitas pendukung lainnya sehingga pelabuhan ini akan memiliki kapasitas peti kemas 47.500 TEUs, Reefer container 9.200 TEUs, Kargo 622.600 Ton, dan Curah 250.400 Ton.

Ia menilai pengembangan Pelabuhan Anggrek mendesak dilakukan karena kapasitas operasional dermaga saat ini sudah melampaui standar kinerja pelabuhan, dimana ukuran kapal yang bersandar (peti kemas dan kargo) lebih besar dari kapasitas dermaga yang ada sehingga kurang optimal.

Pelabuhan Anggrek diharapkan dapat mendukung konektivitas Kawasan Ekonomi Khusus Gopandang di Gorontalo, yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan industri dan perdagangan serta simpul distribusi, produksi, dan konsolidasi.Adapun komoditas utama di Gorontalo adalah jagung dan ikan tangkap.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Direktur Kepelabuhanan Subagiyo, dan Kepala UPP Kelas II Anggrek Mohd. Arief Agustian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA