Rabu 23 Jun 2021 19:52 WIB

Puluhan Ribu Orang Mendaftar Jadi Astronaut ESA

ESA sedang mencari 6 astronaut untuk misi antariksa di masa depan.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi astronaut.
Foto: AP
Ilustrasi astronaut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang membuka rakrutmen astronaut. Puluhan ribu orang yang mendaftar untuk menjadi astronot ESA. Jumlah itu, termasuk hampir 2 ribu orang dari Inggris menjelang akhir waktu pendaftaran.

Berdasarkan laporan, sebanyak 22.589 orang telah mendaftar, dan menyerahkan surat keterangan sehat yang masih berlaku. ESA sedang mencari enam astronot penuh waktu dan 20 astronaut cadangan yang akan melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ke Gerbang Lunar NASA.

Baca Juga

Keenamnya, akan dikonfirmasi pada akhir 2022. Dari semua persyaratan, tes kali ini memperbolehkan individu disabilitas. ESA mengizinkan calon dengan keadaan, kehilangan kaki atau tungkai bawah, baik karena amputasi atau cacat lahir. Juga termasuk orang dengan tinggi badan kurang dari  130 cm.

Mengutip Daily mail Rabu (23/6), Prancis memiliki jumlah pelamar tertinggi, yaitu 7.137 dan seperempat dari semua pelamar adalah wanita. Jumlah itu, naik 15 persen dibanding tahun 2008 silam.

Inggris juga mengirimkan banyak calon. Jika salah satu kandidat Inggris berhasil, mereka akan menjadi astronot Inggris ketiga setelah Helen Sharman dan Tim Peake - yang merupakan astronot ESA Inggris pertama.

Seleksi lowongan astronot 2021, adalah pertama kalinya bagi ESA dengan mencantumkan ramah disabilitas. Ada sekitar 200 pelamar yang mengalami cacat fisik, sekitar 200 pelamar. Diperkirakan bahwa kandidat yang berhasil akan bekerja dengan ESA untuk menentukan adaptasi yang diperlukan bagi astronot tersebut sebagai anggota awak profesional pada misi luar angkasa masa depan.

Misi tersebut, juga mencakup pengerjaan dan penelitian ilmiah. Aplikasi telah diterima dari semua negara Anggota dan Anggota Asosiasi termasuk 80 dari Lithuania yang baru bergabung dengan ESA pada awal tahun 2021. Ada juga 367 aplikasi dari 'negara yang tidak memenuhi syarat' yang ditolak, termasuk empat dari AS untuk menjadi para-astronot.

Proses seleksi astronot ESA terdiri dari enam tahap kunci, tahap pertama melibatkan penyaringan yang lebih rinci dari ribuan pelamar. Selama fase ini, aplikasi akan dinilai berdasarkan semua dokumen yang diserahkan, formulir aplikasi dan kuesioner penyaringan yang dilengkapi sebagai bagian dari proses aplikasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement