Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

China Minta AS Refleksi Soal Pelanggaran Hak-Hak Buruhnya

Rabu 23 Jun 2021 00:48 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian.

Foto: @zlj517
China meminta AS untuk menghentikan pola standar ganda.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mempraktikkan standar ganda dalam masalah perburuhan. Beijing juga minta AS merefleksikan pelanggaran seriusnya sendiri terhadap hak-hak buruh dan mempertanggungjawabkan semua tindakannya".

"Setiap pelaku kerja paksa dan pekerja anak harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian seperti dilansir oleh kantor berita Xinhua.

Menurut Zhao, selama lima tahun terakhir, semua 50 negara bagian AS dan Washington DC telah melaporkan kasus kerja paksa dan perdagangan manusia, dengan sebanyak 100 ribu orang diperdagangkan ke AS dari luar negeri setiap tahunnya.

“Menurut statistik dari beberapa lembaga akademis di AS, setidaknya setengah juta orang di negara itu telah menjadi sasaran perbudakan modern dan kerja paksa,” katanya.

Sumber,  https://www.aa.com.tr/id/dunia/china-minta-as-refleksi-soal-pelanggaran-hak-hak-buruhnya-/2281736

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pun telah mengakui bahwa kerja paksa tersebar luas di Amerika Serikat. “Mengenai hak pekerja anak, AS adalah satu-satunya negara di dunia yang belum meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak Anak (UNCRC),” tambah Zhao.

sumber : Anadolu
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA