Rabu 23 Jun 2021 04:30 WIB

Pemerintah Sulbar Dorong Ekspor Kakao untuk Bangun Ekonomi

UMKM akan didorong untuk mampu memproduksi komoditas unggulan berbasis ekspor itu.

Warga menunjukkan biji kakao saat penjemuran  (ilustrasi)
Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA
Warga menunjukkan biji kakao saat penjemuran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong ekspor komoditas kakao untuk membangun ekonomi Sulbar di masa pandemi. "Pemprov Sulbar akan mendorong ekspor komoditi kakao, kopi dan kelapa untuk membangun ekonomi Sulbar di masa pendemi," kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar di Mamuju, Selasa (22/6).

Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar saat ini mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mampu memproduksi komoditas unggulan berbasis ekspor tersebut. Menurut dia, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi program dalam mendukung program ekspor komoditi tersebut dengan membangun ekonomi syariah. "Dibutuhkan peningkatan pengetahuan masyarakat untuk pengembangan ekonomi syariah di Sulbar, dalam rangka mendukung upaya ekspor komoditas tersebut," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar sangat mendukung program pengembangan ekonomi syariah di Sulbar, karena mayoritas penduduk Sulbar merupakan pemeluk Agama Islam. Sehingga dia meyakini konsep ekonomi syariah akan berkembang di daerah ini.

Ia mengatakan, pemerintah juga akan mendorong pengembangan pariwisata objek wisata Sulbar untuk menarik wisatawan. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, mengatakan, Bank Indonesia menyelenggarakan pengembangan ekonomi di Sulbar bertujuan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Sulbar setelah terdampak gempa. Ia mengatakan, peningkatan daya tahan perekonomian di tengah pandemi yang sangat berat ini, dimulai dengan membangun perekonomian syariah dan membangkitkan perekonomian di Sulbar.

"Semoga ekonomi syariah akan menjadi sumber percepatan pertumbuhan ekonomi baru, yang mampu memajukan perekonomian nasional khususnya di Sulbar," ujarnya.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement