Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Studi Ungkap Inti Bumi di Laut Banda Mendingin Lebih Cepat

Selasa 22 Jun 2021 21:39 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Bumi (ilustrasi)

Bumi (ilustrasi)

Foto: nasa
Wilayah inti dalam dengan pertumbuhan tercepat ada di bawah Laut Banda, Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan menemukan hal yang mengejutkan soal inti Bumi. Keanehan itu ada di Laut Banda di Indonesia dan di Brasil. Inti Bumi di bawah Laut Banda mendingin lebih cepat dibandingkan sisi sebaliknya yang ada di Brasil.

Inti dalam bumi terdiri atas besi padat, sangat panas dan sangat padat. Inti dalam Bumi dikelilingi oleh inti luar besi-nikel cair (yang alirannya menghasilkan medan magnet bumi) dan mantel berbatu yang sebagian besar padat, tetapi selama ribuan tahun, bergerak perlahan. 

Baca Juga

Jurnal Nature Geoscience menerbitkan hasil penelitian peer-review pada 3 Juni. Penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley. 

Ilmuwan memperoleh gambaran yang menunjukkan inti dalam Bumi berbentuk bulat, seperti bola. Tapi inti Bumi tidak cenderung ke arah bulat. 

Studi baru ini menunjukkan, inti dalam Bumi tumbuh secara asimetris atau bergerak lebih cepat di satu sisi daripada yang lain. Kondisi ini terjadi sejak inti planet mulai membeku dari besi cair lebih dari setengah miliar tahun yang lalu. 

Wilayah inti dalam dengan pertumbuhan tercepat terletak di bawah Laut Banda, Indonesia. Jika inti bagian dalam tumbuh lebih cepat di satu sisi, apakah itu berarti inti sekarang miring? menurut peneliti tidak demikian. Tarikan gravitasi Bumi yang tak henti-hentinya meremas apa yang seharusnya menjadi inti Bumi yang miring kembali ke bentuk bola bundar. 

"Ini berimplikasi pada medan magnet Bumi, karena konveksi di inti luar yang didorong oleh pelepasan panas dari inti dalam, inilah yang saat ini menggerakkan dinamo yang menghasilkan medan magnet yang melindungi kita dari partikel berbahaya dari matahari," kata penulis studi, Barbara Romanowicz, dilansir dari earthsky pada Selasa (22/6).

Romanowicz menyampaikan, inti Bumi tidak berakhir miring. Sebab gravitasi menariknya kembali ke bentuk bola. Hanya saja, kondisi ini menyebabkan inti besi padat bumi di laut Banda (bagian barat) mengalami pendinginan yang lebih cepat daripada inti bumi di bawah Brasil (timur). 

Romanowicz mengungkapkan ada sesuatu yang menyebabkan satu sisi inti dalam tumbuh lebih cepat. Namun penyebab ini belum terjawab.

"Apa itu? Apa pun itu, itu menghilangkan panas dari sisi inti atau mendinginkannya lebih cepat daripada sisi yang berlawanan, sisi yang terletak di bawah Brasil," ujar Romanowicz.

Bagaimana evolusi inti dalam Bumi?

Untuk memahami mengapa satu sisi inti bumi akan mendingin atau mengeras lebih cepat dari sisi lainnya, para peneliti melihat sejarah inti bumi dan medan magnet terkaitnya.

Panas inti bumi berasal dari peluruhan radioaktif, ditambah panas sisa pembentukan bumi 4,5 miliar tahun lalu. Sejak Bumi terbentuk, planet ini secara keseluruhan telah mendingin secara perlahan. 

Inti dalam Bumi tumbuh perlahan. Inti dalam Bumi tumbuh dengan mengkristalkan kepingan inti luar yang meleleh, dengan kecepatan sekitar 1 milimeter per tahun. Pelepasan panas dari inti dalam membantu menghasilkan medan magnet planet kita. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA