Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Separuh Kerugian Klub-Klub La Liga Sumbangan Barcelona

Selasa 22 Jun 2021 18:29 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Presiden La Liga Javier Tebas mengungkapkan besarnya kerugian Barcelona.

Presiden La Liga Javier Tebas mengungkapkan besarnya kerugian Barcelona.

Foto: EPA-EFE/Víctor Lerena
Dari 700 juta euro kerugian klub-klub La Liga, setengahnya datang dari Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas mengungkapan persoalan masalah keuangan Barcelona yang benar-benar parah. Ia membandingkan Los Azulgrana dengan Real Madrid yang sukses mengatasi krisis keuangan klub menyusul merebaknya pandemi Covid-19.

Tebas menjelaskan, separuh kerugian yang dicatatkan klub-klub Liga Spanyol musim lalu disumbangkan oleh Blaugrana. "Lebih dari 700 juta euro kerugian, setengahnya adalah milik Barcelona. Hampir semua karena Covid-19, tetapi mungkin ada klub besar lain yang telah melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengatasi pandemi krisis," kata Tebas menjelaskan, dilansir Marca, Selasa (22/6).

Baca Juga

Kondisi Barca memburuk sejak dua musim lalu. Presiden Josep Maria Bartomeu diklaim membuat banyak keputusan buruk yang merugikan klub, khususnya soal pasar transfer.

Hal itu diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang memutus rantai keuangan klub dari sektor penjualan tiket. Beberapa rumor pun menegaskan kubu Los Cules harus memangkas gaji pemain dan melepas deretan bintang demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.

Akan tetapi, Tebas kemudian memuji dewan Barcelona saat ini atas cara mereka mengelola gaji dengan mencoba menurunkan upah dan menyeimbangkan pembukuan mereka. "Manajemen Barcelona berada di jalur yang benar. Direktur saat ini, karena pengalaman mereka di klub lain, tahu bahwa norma tidak berubah dan mereka berusaha keras untuk menurunkan batas gaji mereka," kata Tebas.

Presiden Barca Joan Laporta juga mengakui apabila kondisi keuangan klub begitu buruk. Bahkan dana tambahan tak mampu menutupi utang dan kerugian klub.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA