Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Plt Wali Kota Jaksel Pastikan Tidak Ada Perayaan HUT DKI

Selasa 22 Jun 2021 12:02 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji

Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji

Foto: Republika/Febryan A
Seharusnya Senin ada kegiatan ziarah di taman makam pahlawan memperingati HUT DKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji memastikan tidak ada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-494 DKI Jakarta di wilayahnya untuk mencegah kerumunan yang berpotensi menimbulkanklaster penularan Covid-19.

"Semua kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu ditiadakan," kata Isnawa Adji ketika meninjau sentra vaksinasi di salah satu gedung perkantoran di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ia mencontohkan seharusnya Senin ini ada kegiatan ziarah di taman makam pahlawan memperingati HUT DKI Jakarta, tapi dibatalkan mengingat tingginya lonjakan kasus Covid-19.

Pemkot Jaksel, lanjut dia, tidak akan memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan memperingati HUT DKI. "Kondisi pandemi, juga kasus (Covid-19) lagi tinggi, saya rasa kami sementara tidak merekomendasikan apapun di wilayah, acara berkerumun termasuk acara mengumpulkan massa di tempat ibadah," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha perhotelan, restoran dan kafe untuk memperketat protokol kesehatan dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 28 Juni 2021.

"Kami ingatkan pemilik hotel, restoran dan kafe, betul-betul memperketat protokol kesehatan dengan tidak lagi mengadakan acara yang berpotensi mengumpulkan massa," ujar Isnawa.

Sementara itu, berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta melalui akun twitter @DKIJakarta menyebutkan data per Ahad (20/6) jumlah kasus positif di Jakarta bertambah 5.582 kasus sehingga total akumulasi mencapai 474.029 kasus. Sedangkan kasus aktif (masih dirawat/isolasi) di Jakarta bertambah 3.030 kasus sehingga total akumulasi mencapai 30.142 kasus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA