Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

11 Tenaga Kesehatan Garut Meninggal Selama Pandemi

Selasa 22 Jun 2021 07:56 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nora Azizah

11 tenaga kesehatan Garut meninggal dunia karena Covid-19 (oto: ilustrasi)

11 tenaga kesehatan Garut meninggal dunia karena Covid-19 (oto: ilustrasi)

Foto: Republika
11 tenaga kesehatan Garut meninggal dunia karena Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut, sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) telah meninggal dunia karena Covid-19. Para nakes yang meninggal dunia itu terdiri dari dua orang dokter, tiga orang perawat, dua orang bidan, dan 4 tenaga kesehatan lainnya.

Helmi mengungkapkan, pengorbanan para nakes selama masa pandemi Covid-19 sangatlah besar. Menurut dia, para nakes merupakan orang yang berada di garis terdepan memberi pelayanan kepada pasien Covid-19.

"Bahkan, tidak sedikit diantaranya justru menjadi korban yang terpapar Covid-19. Perawat kita sangat terbatas. Kami mohon doanya untuk masyarakat Kabupaten Garut agar para tenaga medis selalu diberi kesehatan,” kata dia, Selasa (22/6).

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan segala upaya untuk melindungi kerja nakes di seluruh fasilitas kesehatan. Sebab, nakes sangat berperan penting dalam penanganan pasien Covid-19. Helmi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam menangani Covid-19 dengan melaksanakan vaksinasi.

“Mari bersama-sama mendukung program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah semua harus berperan sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” kata dia.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dalam jangka waktu hingga empat pekan ke depan. Pasalnya, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut diprediksi masih akan terus terjadi.

Kendati demikian, Helmi optimistis pandemi Covid-19 dapat teratasi. Asalkan, semua tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Tidak ada krisis atau pandemi yang tidak selesai. Hanya ada yang selesai dengan memakan banyak korban dan ada yang selesai dengan sedikit korban. Kuncinya ada di peran kita semua. Tetap menjaga protokol kesehatan, berarti kita menyayangi diri sendiri dan menyayangi tenaga kesehatan, juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA