Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

KSAL akan Pertajam Kekuatan Pesawat Udara Tanpa Awak

Selasa 22 Jun 2021 07:50 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Foto: ANTARA/Indrayadi TH
KSAL juga menekankan, pengembangan sumber daya manusia (SDM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono, menyatakan, dalam bidang penerbangan, pihaknya akan mempertajam kekuatan pesawat udara tanpa awak (PUTA). Hal itu dilakukan untuk merespons cepatnya perkembangan teknologi pertahanan pada era abad ke-21.

"TNI AL dalam bidang penerbangan mempertajam kekuatan PUTA, selain kekuatan pesawat udara fixed wing dan rotary wing," ujar Yudo dalam siaran pers, Selasa (22/6).

Menurut Yudo, perkembangan teknologi pertahanan era abad ke-21 terjadi secara cepat. Beberapa di antaranya, yakni teknologi kuantum dan revolusi industri 4.0. Kedua hal itu menjadi faktor pendorong utama termasuk penggunaan wahana tanpa awak dan sistem otomasi serta intelijen buatan.

“Untuk itu penerbangan TNI AL harus  bisa mengaplikasikan konsep network centric warfare dengan memanfaatkan keunggulan informasi guna meningkatkan daya tempur,” ujar Yudo.

Selain modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), KSAL juga menekankan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan keselamatan para awak penerbang AL merupakan hal yang utama dalam setiap gelar operasi. Kedua hal tersebut, kata dia, harus sama-sama dipersiapkan dengan baik.

“Kesiapan alutsista penerbangan TNI AL harus disiapkan dengan benar yang didukung oleh manajemen operasional skuadron udara yang baik serta keunggulan SDM merupakan komponen penentu dari kemampuan Alutsista yang diawaki,” kata Yudo.

KSAL kemudian menjelaskan, penerbangan TNI AL merupakan komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT). Penerbangan TNI AL menjadi kepanjangan mata dan tangan dari kapal perang Republik Indonesia (KRI), yakni dengan memanfaatkan aspek kecepatan, manuver, serta efek pendadakan yang efektif di mandala operasi. 

Semua itu disampaikan KSAL saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Penerbangan TNI AL dan peresmian Skuadron Udara 100 serta Skuadron Udara 700. Kegiatan bertempat di Apron D Shelter Heli Skuadron 400 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Juanda, Surabaya, Senin (21/06).

Upacara hari penerbangan TNI AL tahun ini diselenggarakan dalam rangka memperingati sejarah dan pengabdian penerbangan TNI AL selama 65 tahun, tepatnya pada tanggal 17 Juni 1956 lalu. Bertepatan dengan peringatan tersebut, diresmikan dua skuadron baru yakni Skuadron Udara 100 Anti Kapal Selam dan Skuadron Udara 700 Pesawat Terbang Tanpa Awak.

Setelah pelaksanaan upacara, Kasal didampingi Ketua Umum Jalasenasrti, Vero Yudo Margono, para pejabat utama Mabesal, serta para pimpinan kotama TNI AL berkesempatan untuk meninjau secara langsung alutsista pusat penerbangan TNI AL serta menyaksikan demonstrasi udara PUTA/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) tipe Sea Eagel 01 dan QM 3388A (PC21).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA