Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

90 Persen Tempat Tidur Isolasi RS di Jakarta Terpakai

Senin 21 Jun 2021 19:40 WIB

Red: Ani Nursalikah

90 Persen Tempat Tidur Isolasi RS di Jakarta Terpakai. Petugas saat beraktivitas di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10). RSUD Pasar Minggu sejak September lalu sudah tidak menerima pasien umum dan difokuskan untuk melayani pasien Covid-19, usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah RSUD Cengkareng dan RSUD Pasar Minggu jadi rumah sakit rujukan Covid-19. Republika/Putra M. Akbar

90 Persen Tempat Tidur Isolasi RS di Jakarta Terpakai. Petugas saat beraktivitas di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10). RSUD Pasar Minggu sejak September lalu sudah tidak menerima pasien umum dan difokuskan untuk melayani pasien Covid-19, usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah RSUD Cengkareng dan RSUD Pasar Minggu jadi rumah sakit rujukan Covid-19. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Padahal tempat tidur isolasi di RS rujukan terus ditambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan, 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 telah terpakai kendati kapasitasnya terus ditambah. 

"Saat ini ada 90 persen keterpakaian tempat tidur isolasi (tersisa 10 persen dari 9.000), sedangkan ICU 81 persen (tersisa 19 persen dari 1.000)," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI, Senin (21/6).

Baca Juga

Widyastuti menjelaskan, saat ini ada 106 rumah sakit di Jakarta yang menangani pasien Covid-19. Sebanyak 13 RS di antaranya, didedikasikan seutuhnya untuk penanganan pasien Covid-19.

Sedangkan RS lainnya, tetap menerima pasien dengan keluhan lain. "Kami tidak hanya menyiapkan rawat inap, tapi juga tempat rawatan apabila ada pasien Covid-19 yang memerlukan tindakan operasi. Misalnya ibu hamil yang ingin menjalani operasi," katanya.

Widyastuti mengatakan, penambahan kasus tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Namun, dia meminta masyarakat tidak berbondong-bondong ke rumah sakit, termasuk ke wisma yang disediakan Pemprov DKI sebagai fasilitas isolasi terkendali.

Dia juga mengimbau bagi orang tanpa gejala (OTG), hendaknya menjalani isolasi mandiri di rumah. Apalagi, ketersediaan ruang inap di wisma yang disediakan DKI juga hampir penuh. "Saat ini posisi keterisiannya cepat sekali, jadi penuh," katanya.

Meski demikian, jika kondisi rumah tidak memadai sebagai tempat isolasi, mereka dapat melapor kepada petugas untuk dicarikan solusi. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan Rumah Susun (rusun) Nagrak Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tempat isolasi.

"Sebetulnya, poinnya bukan masalah jumlah (ketersediaan tempat tidur), tapi bagaimana kita mengajak warga lebih menjaga supaya tidak tertular. Tentu dengan menaati prokes dengan baik dan benar," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang masuk pada Ahad (20/6), penambahan kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 5.582 orang dalam sehari. Angka itu naik dibandingkan data sehari sebelumnya atau pada Sabtu (19/6) lalu, yang menembus 4.895 orang per hari.

Hingga Ahad (20/6), kasus aktif di Jakarta mencapai 30.142 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan melakukan pengetesan PCR sebanyak 19.572 spesimen, Ahad (20/6). "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.636 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 5.582 positif dan 11.054 negatif," kata Dwi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA