Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

AS Ancam China Jika tak Kerja Sama Selidiki Asal Covid-19

Senin 21 Jun 2021 15:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera China-Amerika Serikat.

Bendera China-Amerika Serikat.

Foto: washingtonote
AS menyebut tidak mengandalkan China dalam penyelidikan asal mula Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan, Beijing akan menghadapi isolasi internasional bila tidak bekerja sama dalam penyelidikan asal mula pandemi Covid-19. Hal itu Sullivan sampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Fox News.

"Ini kerja keras diplomatik, mengumpulkan negara di seluruh dunia, menerapkan tekanan politik dan diplomatik ke China, ini bagian inti dari upaya kami agar akhirnya China menghadapi pilihan tegas; apakah mereka, dengan cara yang bertanggung jawab, mengizinkan penyidik melakukan pekerjaannya untuk menemukan dari mana asalnya virus ini atau mereka akan menghadapi isolasi masyarakat internasional," kata Sullivan seperti dikutip Sputniknews, Senin (21/6).

Baca Juga

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengumumkan ia memberi badan intelijen AS waktu selama 90 hari untuk menemukan dari mana asal virus corona. Ia berjanji untuk memublikasikannya bila tidak mengungkapkan hal-hal yang tak ia ketahui.

Sullivan tidak mengungkapkan dengan jelas bagaimana Beijing mencegah penyelidikan sebelumnya berjalan dengan transparan. Tim ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah berkunjung ke China. Mereka tidak yakin virus corona bocor dari laboratorium dan kemungkinan ditularkan satwa liar lebih besar kemungkinannya.

Sullivan menegaskan, AS tidak mengandalkan China dalam penyelidikan asal mula virus corona.

"Presiden berhak tahu melalui analisis kami sendiri, dari upaya komunitas intelijen kami yang telah ia perintahkan dan melalui kerja sama dengan sekutu dan mitra kami untuk melanjutkan tekanan ke setiap front hingga kami dapat mengetahui dengan jelas bagaimana virus dapat datang ke dunia," katanya.  

Pada Mei lalu, Biden mengumumkan laporan panjang badan intelijen AS mengenai asal mula virus korona akan dirilis ke publik kecuali bila ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Hal itu disampaikan setelah ia memerintahkan badan intelijen mempersi,apkan hasil penyelidikan mengenai hal tersebut dalam 90 hari.

Sebagian besar negara, termasuk Indonesia, masih mengalami gelombang wabah pandemi Covid-19. Asal mula Covid-19 masih diperdebatkan. Sebelumnya, muncul klaim virus itu bocor dari Institut Virologi Wuhan, kota pertama yang mendeteksi virus corona. Tapi klaim tersebut telah dibantah China dan para pakar dari WHO.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA