Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik 3 Persen Pada 2021

Ahad 20 Jun 2021 20:54 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Fuji Pratiwi

Kemiskinan di kota besar (ilustrasi). Tingkat kemiskinan di Kota Tangerang Selatan, Banten, diprediksi naik tiga persen pada 2021.

Kemiskinan di kota besar (ilustrasi). Tingkat kemiskinan di Kota Tangerang Selatan, Banten, diprediksi naik tiga persen pada 2021.

Foto: google.com
Masih banyak warga miskin yang belum terdata.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memprediksi tingkat kemiskinan di Tangsel berlanjut mengalami peningkatan pada 2021, imbas masih berlangsungnya pandemi Covid-19 hingga saat ini. Angka peningkatannya mencapai hingga tiga persen. 

"Kenaikan angka kemiskinan rata-rata dua persen sampai tiga persen dari 2020," ujar Kepala Dinsos Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, Ahad (20/6). 

Berdasarkan data yang dikantonginya dari Kementerian Sosial, pada 2020, angka kemiskinan di Kota Tangsel mencapai 62 ribu jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 31 ribu KK. Artinya, dengan prediksi kenaikan dua persen hingga tiga persen, jumlah kemiskinan di Tangsel pada tahun ini mencapai sekitar 64 ribu jiwa. 

Wahyunoto menyebut, Dinsos masih terus mendata jumlah warga yang miskin di Tangsel, seiring dengan bergeraknya angka tingkat kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Itu data dari RT/RW yang memang diusulkan untuk mendapatkan bantuan sosial. Kita verifikasi dan memang mereka layak mendapatkan bantuan sosial," kata dia. 

Dia melanjutkan, nantinya, jika data tingkat kemiskinan warga Tangsel telah diperbaharui oleh BPS, Dinsos akan melakukan pelacakan terhadap warga yang masuk kategori miskin tersebut. Wahyunoto memastikan warga yang masuk dalam keluarga tidak mampu atau miskin akan dimasukkan ke data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). 

"Nanti BPS menentukan peningkatan angka kemiskinan, lalu Dinas Sosial mengelola data dan mencari keluarga-keluarga yang tidak mampu, mencari siapa orang-orangnya," jelasnya. 

Wahyunoto memprediksi, kenaikan angka kemiskinan di Tangsel bisa terus mengalami peningkatan. Salah satunya karena kemungkinan masih banyak warga miskin yang belum terdata. Terlebih, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak warga yang memang mengalami jatuh miskin karenanya. 

"Meningkatnya (angka kemiskinan) sudah pasti dampak pandemi karena pembatasan-pembatasan kegiatan usaha. Kegiatan berkerumun juga. Sebab orang mau dagang di tempat ramai juga sekarang sudah tidak boleh ada keramaian," kata Wahyunoto.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tangsel Achmad Widijanto mengatakan belum bisa menyampaikan angka kemiskinan pada 2021. Dia menyebut saat ini masih dilakukan proses hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) bulan Maret 2021 di BPS pusat. 

"Kami harus melihat hasil Susenas terlebih dulu nanti. Jadi belum bisa memprediksi. Untuk tahun 2020 kemiskinan naik 2,29 persen," kata dia.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA