Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

DIY Tambah Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19

Ahad 20 Jun 2021 18:23 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Qommarria Rostanti

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah kapasitas tempat tidur (bed) untuk penanganan Covid-19 (ilustrasi).

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah kapasitas tempat tidur (bed) untuk penanganan Covid-19 (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Penambahan kapasitas lantaran lonjakan kasus positif Covid-19 terus terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah kapasitas tempat tidur (bed) untuk penanganan Covid-19. Hal ini mengingat lonjakan kasus positif yang terus terjadi sepekan lebih. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 DIY, penambahan kapasitas tempat tidur dilakukan pada 19 Juni 2021 sebesar 293 unit.

Total tempat tidur yang tersedia saat ini mencapai 1.224 unit. Sebelumnya, jumlah tempat tidur sebanyak 941 unit.

"1.234 bed ini terdiri dari 140 bed critical (ICU) dan 1.094 bed noncritical (isolasi)," ujar Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, kepada wartawan, Ahad (20/6).

Ditya menyebut, keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) di 27 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 DIY saat ini sebesar 806 unit. Dengan begitu, persentase BOR di DIY tercatat  65,3 persen.

"806 bed yang terpakai terdiri atas 87 bed ICU dan 719 bed isolasi," ujarnya.

Ditambahnya kapasitas tempat tidur ini tidak diiringi dengan penambahan tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan Covid-19. Ditya mengatakan, Pemda DIY tidak melakukan rekrutmen nakes guna mengimbangi penambahan tempat tidur.

Namun DIY akan melakukan alokasi nakes dari layanan umum ke layanan khusus Covid-19 seehingga tidak perlu dilakukan rekrutmen untuk penambahan nakes. "Untuk SDM tidak ada rekrutmen karena sifatnya bukan membuka baru, tapi mengalihkan dari ruang alat yang sudah ada, sehingga untuk SDM juga prinsip sama dengan manajemen pelayanan" jelas Ditya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA