Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Netanyahu akan Tinggalkan Kediaman Resmi PM Israel

Ahad 20 Jun 2021 16:37 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

PM Israel yang baru Naftali Bennett (kiri) dan mantan PM Israel selama 12 tahun Benjamin Netanyahu.

PM Israel yang baru Naftali Bennett (kiri) dan mantan PM Israel selama 12 tahun Benjamin Netanyahu.

Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN / POOL
Netanyahu akan keluar dari kediaman resmi perdana menteri paling lambat pada 10 Juli

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pemimpin oposisi Israel Benjamin Netanyahu dan keluarganya akan segera meninggalkan kediaman resmi perdana menteri. Sebelumnya dilaporkan bahwa Netanyahu menolak meninggalkan tempat tersebut.

Dalam pernyataan bersama Netanyahu dan Perdana Menteri Naftali Bennett disebutkan bahwa Netanyahu akan keluar dari kediaman resmi perdana menteri paling lambat pada 10 Juli mendatang. “Kediaman akan dialihkan untuk digunakan Perdana Menteri Bennett,” demikian bunyi pernyataan bersama mereka, Ahad (20/6).

Baca Juga

Kediaman resmi perdana menteri Israel berada di Balfour Street. Sebelumnya Netanyahu dilaporkan menolak meninggalkan kediaman resminya setelah jabatannya sebagai perdana menteri beralih ke pemerintahan koalisi pimpinan Naftali Bennett. "Netanyahu masih menggunakan kediaman perdana menteri di Balfour Street seolah-olah dia belum dicopot dari jabatannya, memanfaatkan kurangnya aturan transisi yang jelas," kata reporter Times of Israel dalam laporannya pada Selasa (15/6).

Netanyahu bahkan masih menerima beberapa tamu terkemuka, seperti mantan duta besar Amerika Serikat (AS) Nikki Haley dan pendiri Christian United for Israel John Hagee. Menurut Times of Israel, tak ada protokol resmi untuk penyerahan kekuasaan di Israel.

Hal itu termasuk pada hal-hal prosedural seperti mengosongkan kediaman resmi. Saat ini Netanyahu selaku pemimpin partai Likud menjadi tokoh oposisi terdepan di Israel. Dia telah sesumbar akan kembali ke jabatannya.

Pada 13 Juni lalu, parlemen Israel (Knesset) memberikan suara untuk menentukan apakah mereka mendukung pemerintahan koalisi baru pimpinan Naftali Bennett dan Yair Lapid.

Hasilnya, dari total 120 anggota, 60 di antaranya memberikan dukungan, sementara 59 lainnya menolak. Meski selisihnya sangat tipis, hasil itu mengakhiri masa jabatan Netanyahu yang telah berlangsung selama 12 tahun berturut-turut. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA