Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Kebiasaan Buruk yang Bisa Bahayakan Miss V

Ahad 20 Jun 2021 16:17 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Kebiasaan buruk yang memengaruhi kesehatan Miss V (ilustrasi).

Kebiasaan buruk yang memengaruhi kesehatan Miss V (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Membersihkan terlalu sering bisa membuat Miss V terasa kering dan gatal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kesehatan organ reproduksi wanita (vagina) atau Miss V menjadi hal penting untuk mendukung kenyamanan. Organ tersebut dapat membersihkan dirinya sendiri serta menghasilkan bakteri untuk melindungi dari infeksi.

Namun, ada kebiasaan buruk tertentu yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi, bahkan infeksi di area Miss V. Infeksi dapat diakibatkan beberapa penyebab termasuk pertumbuhan bakteri dan jamur yang berlebihan karena iritasi seperti sabun, sabun mandi, hingga parfum. 

Ahli kandungan, ginekolog, serta spesialis kesuburan dari Bangalore (India), dr Apoorva Pallam Reddy, mengatakan ada lima kesalahan yang dapat mempengaruhi kesehatan, bahkan menyebabkan infeksi Miss V. Berikut penyebab dan solusi yang ditawarkan seperti dilansir di laman The Healthsite, Ahad (20/6):

1. Sering menggunakan krim penghilang bulu

Semua krim memiliki bahan kimia kuat dalam ramuan yang menghilangkan rambut dari akarnya. Krim untuk tubuh dan kaki tidak boleh digunakan pada Miss V karena berisiko menimbulkan alergi, gatal, dan gumpalan yang lebih tinggi. 

Produk yang memberi label krim penghilang rambut untuk area sensitif dan area intim biasanya juga memberikan peringatan bahwa itu tidak boleh digunakan terlalu dekat daerah vulva. Sering menggunakan krim ini atau membiarkan krim dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan ruam, keputihan, terkadang bahkan luka bakar akibat bahan kimia.

2. Membersihkan terlalu sering

Mencuci area intim dengan sabun biasa, bahkan dengan produk kebersihan terlalu sering dapat membuat area tersebut kering dan gatal, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan infeksi. Gunakan air hangat suam-suam kuku (tidak terlalu panas atau terlalu dingin) atau air pada suhu kamar untuk mencuci daerah tersebut setiap kali setelah buang air kecil. Gunakan produk kebersihan intim hanya jika harus, khususnya selama periode tertentu.

3. Jarang ganti pembalut 

Menggunakan pembalut yang sama untuk durasi yang lama memiliki banyak implikasi jangka pendek dan jangka panjang. Pemlastis seperti BPA dan lapisan sintetis pembalut dapat meningkatkan risiko paparan bakteri dan ragi. Anda bisa beralih ke produk kebersihan menstruasi yang lebih aman seperti menstrual cup untuk mengurangi risiko infeksi ruam menstruasi, gatal dan iritabilitas di daerah selangkangan.

4. Penggunaan bedak berlebihan

Penggunaan bedak yang berlebihan di dekat Miss V akan meningkatkan risiko kanker ovarium dan kanker endometrium. Dihipotesiskan bahwa bedak talek yang mengandung asbes dalam jumlah kecil sekalipun, atau zat karsinogenik, meningkatkan kemungkinan partikel talek naik ke saluran reproduksi wanita melalui vagina ke dalam rongga rahim dan akhirnya ke permukaan ovarium meningkatkan risiko kanker. 

5. Mengenakan pakaian ketat 

Organ reproduksi mengeluarkan keputihan yang sehat dan teratur. Sebaliknya, jika terjebak dalam suhu panas dan kelembaban, bisa menciptakan tempat berkembang biak yang sempurna untuk infeksi jamur. 

Untuk itu, pakaian ketat sebenarnya bukan pakaian terbaik bahkan dapat menimbulkan sindrom nyeri vulva. Pastikan Anda tidak tidur dengan skinny jeans dan cobalah untuk membatasi penggunaan celana yang terlalu ketat kurang dari 10 hingga 15 hari dalam sebulan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA