Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Juneteenth Jadi Pengingat Sejarah Kelam Amerika Serikat

Ahad 20 Jun 2021 09:04 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Nur Aini

Presiden AS Joe Biden

Presiden AS Joe Biden

Foto: AP / Evan Vucci
Joe Biden menetapkan tanggal 19 Juni atau yang dikenal Juneteenth sebagai hari libur

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani legislasi yang menetapkan tanggal 19 Juni atau yang dikenal Juneteenth sebagai hari libur federal. Artinya, semua negara bagian libur di hari itu untuk memperingati berakhirnya perbudakan di Negeri Paman Sam.

"Saya harus katakan pada kalian, saya baru menjabat beberapa bulan tapi ini akan terlaksana, bagi saya ini salah satu kehormatan terbesar saya sebagai presiden," kata Biden usai menandatangani undang-undang tersebut seperti dikutip CNN, Kamis (18/6) kemarin.

Baca Juga

"Saya menyesal cucu-cucu saya tidak di sini, karena ini momen yang sangat bersejarah, menetapkan Juneteenth sebagai hari libur federal, semua rakyat Amerika dapat merasakan kuatnya hari ini dan belajar dari sejarah kami merayakan kemajuan dan perjuangan yang telah kami capai (dan) jauhnya perjalanan yang harus kami tempuh," tambahnya.

Lalu apa itu Juneteenth?  

Penulis dan sejarawan Edna Bonhomme menulis di Aljazirah, Juneteenth adalah gabungan June dan 19th. Hari di mana masyarakat kulit hitam AS merayakan berakhirnya perbudakan berdasarkan Proklamasi Emansipasi Presiden Abraham Lincoln tahun 1863. Tapi seorang jenderal tentara pasukan pemberontak Union terlambat mengumumkannya pada 19 Juni 1865.

Juneteenth juga dikenal sebagai Freedom Day, Jubilee Day, dan Liberation Day. Peringatan berakhirnya perbudakan di AS ini sudah dirayakan selama lebih dari satu abad. Banyak masyarakat Afrika-Amerika terutama di Texas menggelar pawai, parade dan berpiknik atau membaca puisi untuk merayakannya.  

"Pada tahun 1980 Texas resmi menetapkan Juneteenth sebagai hari libur dan langkah ini diikuti Distric of Columbia dan 46 negara bagian lainnya. Tapi di banyak negara bagian seperti kampung halaman saya di Florida,  Juneteenth hanya baru-baru ini mendapat perhatian," tulis Bonhomme.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA