Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Metropolitan Rebana Jadi Investasi Terbaik di Asia Tenggara

Ahad 20 Jun 2021 08:53 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Selain kawasan Industri, Pemprov Jabar akan membangun peradaban baru.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak main-main untuk membangun kawasan metropolitan rebana. Bahkan Ridwan Kamil berkeinginan menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi investasi terbaik di Asia Tenggara. 

"Target saya, rebana itu kawasan destinasi terbaik Asean.  Mimpi saya ingin sekelas Asean, saya bermimpi kawasan rebana  didesain sebagai the best destinasi investasi di Asean," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam telekonferensi dengan Tim Penyusun Peraturan Presiden terkait Penyampaian Rincian Proyek Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, akhir pekan ini

Emil menjelaskan, Pemprov Jabar bersama stakeholders tidak hanya akan membangun kawasan industri saja melainkan membangun peradaban yang berbentuk kota. Direncanakan akan ada sekitar 13 kota yang ada di dalamnya.

"Kami menciptakan peradaban maka bentuknya kota yang jumlahnya kurang lebih sekitar 13 kota. Kalau kota berarti ada alun-alun, ada jalan utama seperti Sudirman Thamrin, ada CBD, dan di luar itu ada zona-zona industri," kata Emil.

Selain itu, Emil juga menyebut akan mengkoneksikan satu tempat dengan yang lainya. Sehingga masyarakat bisa dekat antara tempat kerja dengan tempat tinggalnya. 

"Itulah rebana kalau berhasil kita kawal dengan Perpres ini, maka akan menjadi futuristik region di Indonesia. Asal dengan rumus-rumus yang membentuk klaster kota masa depan dimana tempat kerjanya dekat dengan tempat tinggal, dan kalau mau rekreasi juga ada di situ," paparnya.

Menurut Emil, dengan adanya kawasan rebana akan berdampak besar bagi perekonomian. Apalagi, kawasan metroploitan rebana ini juga menciptakan 3-5 juta lapangan pekerjaan. 

"Oleh karena itu kalau rebana berhasil maka 3-5 juta lapangan pekerjaan bisa hadir.  Oleh karena itu pada konsep rebana kami tidak mau mendesain pabrik-pabrik saja seperti di Bekasi Karawang," katanya.

Selain membangun kawasan rebana yang mencakup Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Cirebon, Emil juga ingin membangun kawasan Jawa Barat bagian selatan. Menurutnya, Jabar selatan memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa. Namun sayangnya, selama ini wilayah selatan masih belum tersentuh infrastruktur."Jabar selatan potensinya besar tapi infrastrukturnya untuk ekonomi pariwisata," katanya.

Emil mengatakan, pembangunan infrastruktur di Jabar selatan akan mengusung tiga konsep. Pertama adalah harus berorientasi pada pariwisata, pertanian dan aquaculture

"Kalau ada rencana pembangunan infrastruktur di Jawa Barat bagian selatan saya titip dicek lagi agar orientasinya pada pariwisata, pertanian dan aqua culture. Mudah-mudahan dalam list of project itu ada tiga spirit tadi dan jangan bikin macem-macem yang tidak connect dengan pariwisata, pertanian dan maritim ekonomi," paparnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA