Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Musisi Putar Otak Hadirkan Konser Aman Selama Pandemi

Ahad 20 Jun 2021 07:06 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Musisi mengalami kesulitan berekspresi dan menurun dari segi ekonomi selama pandemi.

Musisi mengalami kesulitan berekspresi dan menurun dari segi ekonomi selama pandemi.

Foto: www.freepik.com
Musisi mengalami kesulitan berekspresi dan menurun dari segi ekonomi selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu bidang seni yang terdampak pandemi Covid-19 adalah seni pertunjukan termasuk konser musik. Selama satu tahun lebih, para musisi tak lagi bisa manggung, sementara para penonton juga tak lagi bisa memadati venue konser. Akibatnya, musisi pun sulit berekspresi dan menurun secara ekonomi.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, beberapa musisi yang tergabung dalam Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) mencoba untuk mencari solusi agar musisi tetap bisa manggung dengan aman di tengah pandemi.

"Sejak Ramadan kami telah membentuk tim kecil yang berusaha menyusun proposal masukan terkait upaya dan mekanisme alternatif dalam pemberian stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional di sektor industri event, konser, dan festival musik,” ujar perwakilan dari FESMI, Febrian Nindyo Purbowiseso dalam keterangan pers acara “Breakfast With Resso” seri kedua, yang diterima republika.coid, dikutip Ahad (20/6).

Tujuan utamanya, kata dia, untuk memicu hadirnya konser-konser musik yang aman, nyaman, dan menguntungkan. Febri mengatakan, dengan adanya konser yang aman, musisi bisa bertahan dan berulang untuk melakukan konser di kemudian hari.

“Yang kedua, agar memberikan akses lebih luas kepada promotor penyelenggara dengan skala yg lebih variatif agar makin banyak elemen terlibat. Saat ini masih dalam pematangan bersama dengan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” jelas Febri.

"Kita semua sepakat bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk secara cepat melakukan perubahan dan beradaptasi dengan normal baru. Disrupsi yang disebabkan oleh pandemi mengharuskan semua insan di dalam ekosistem musik untuk bekerja sama dalam mentransformasi lanskap musik di negeri ini,” ujar  Country Manager, Resso Indonesia, Tricia Dizon.

Dia mengatakan, keadaan ini diperlukan pemahaman lebih besar akan platform teknologi baru yang menawarkan peluang dari sisi kreativitas maupun komersil. Situasi saat ini mengharuskan para musisi untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam menciptakan dan menampilkan acara musik.

Menurut dia, saat ini para pihak yang terlibat di balik seni pertunjukan seperti konser memiliki tantangan mengenai bagaimana mewujudkan gagasan konser yang aman agar secara kreatif menarik dan secara komersial menguntungkan. Oleh karena rumitnya teknis dan konten yang rumit yang harus dipersiapkan dengan matang, maka tidak mudah untuk mewujudkan hal ini.

Pandemi yang juga mempercepat transisi dan kebiasaan mendengarkan musik di kalangan masyarakat menawarkan peluang. Head of Music and Content, Resso Indonesia, Christo Putra, mengatakan, sebagai aplikasi streaming musik, Resso Indonesia menawarkan fitur dan program yang dibangun berdasarkan kemitraan dan kolaborasi dengan semua pihak.

“Kami percaya, terlepas dari tantangan dan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi, industri musik Indonesia mempunyai potensi dan talenta yang sangat besar untuk terus menciptakan dan menghasilkan karya musik yang hebat untuk para penggemar,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA