Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Studi: Covid-19 Bisa Sebabkan Berkurangnya Jaringan Otak

Sabtu 19 Jun 2021 17:23 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Vaksinasi Covid-19 pad anak (ilustrasi).Covid-19 dapat memicu terjadinya kehilangan atau berkurangnya jaringan otak. Dampak ini bahkan bisa terjadi pada kasus Covid-19 yang ringan.

Vaksinasi Covid-19 pad anak (ilustrasi).Covid-19 dapat memicu terjadinya kehilangan atau berkurangnya jaringan otak. Dampak ini bahkan bisa terjadi pada kasus Covid-19 yang ringan.

Foto: www.freepik.com
Studi ini buktikan berkurangnya jaringan otak juga terjadi di kasus Covid-19 ringan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 dapat memicu terjadinya kehilangan atau berkurangnya jaringan otak. Dampak ini bahkan bisa terjadi pada kasus Covid-19 yang ringan.

Temuan ini diungapkan dalam studi terbaru dalam laman medRxiv. Studi ini melibatkan 782 partisipan yang menjadi bagian studi UK Biobank yang sedang berlangsung.

Sebagai bagian dari studi UK Biobank, para partisipan sempat menjalani pemindaian otak sebelum pandemi. Setelah pandemi, peneliti mengundang kembali seluruh partisipan untuk menjalani pemindaian otak.

Sebanyak 394 orang partisipan tersebut merupakan penyintas Covid-19. Sebagian besar para penyintas Covid-19 ini hanya mengalami gejala ringan hingga sedang atau bahkan tak bergejala saat sakit. Hanya 15 orang penyintas yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Melalui perbandingan gambar pemindaian otak sebelum dan setelah pandemi, peneliti mendapati adanya penurunan gray matter pada tiga area otak yang berkaitan dengan indra penciuman dan perasa. Ketiga bagian otak tersebut bernama parahippocampal gyrus kiri, orbitofrontal cortex kiri, dan insula kiri.

Seperti dilansir Reuters, sebagian area otak yang terdampak juga berkaitan dengan ingatan pengalaman yang memicu reaksi emosional. Peneliti mengatakan perubahan-perubahan pada area otak ini tak ditemukan pada partisipan yang tidak pernah terkena Covid-19.

Peneliti mengatakan studi lebih lanjut perlu dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penyintas Covid-19 akan mengalami masalah dalam jangka panjang terkait kemampuan mereka untuk mengingat kejadian yang memicu emosi.

Dalam studi ini, peneliti juga belum bisa mengetahui penyebab dari penurunan gray matter di otak. Peneliti menilai ada beberapa kemungkinan, seperti penyebaran virus ke otak atau dampak lain dari Covid-19. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA