Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Olimpiade Tokyo Pangkas Lagi Jumlah Ofisial dari Luar Negeri

Sabtu 19 Jun 2021 10:09 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pria memberi isyarat di dekat Cincin Olimpiade Rabu, 2 Juni 2021, di Tokyo.

Pria memberi isyarat di dekat Cincin Olimpiade Rabu, 2 Juni 2021, di Tokyo.

Foto: AP/Eugene Hoshiko
Jumlah ofisial yang diizinkan hadir menjadi sekitar 53 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo berencana kembali memangkas sebanyak 25.000 ofisial dan staf dari luar negeri. Dengan pemangkasan ini, jumlah yang diizinkan hadir menjadi sekitar 53 ribu orang.

Jumlah ofisial dan staf dari luar negeri tersebut turun dari sebelumnya setelah mengalami pemangkasan, yaitu 78.000 orang. Jumlah ini kurang dari sepertiga dari jumlah awal.

Baca Juga

Panitia penyelenggara memperkirakan total sekitar 180.000 pejabat dan staf, termasuk media, akan melakukan perjalanan dari luar negeri. Namun, kemudian diputuskan untuk memangkas jumlah itu demi membuat pertandingan jauh lebih aman.

Petugas pelaksana Olimpiade, Hidemasa Nakamura, dikutip dari Kyodo, Jumat (19/6), mengatakan penyelenggara dapat mengurangi jumlah anggota keluarga Olimpiade, merujuk pada ofisial dari Komite Olimpiade Internasional (IOC), juga termasuk Badan Anti-Doping Dunia.

Jumlah pejabat dan staf dari luar negeri kemungkinan akan turun lebih banyak mendekati penyelenggaraan Olimpiade, yang akan digelar dalam waktu sekitar satu bulan. Lebih dari 100 pekerja medis dari luar negeri  menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan di Olimpiade. Panitia telah mempertimbangkan di mana akan menempatkan mereka dan kapan akan membawa mereka.

Bulan lalu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan staf medis tambahan dari luar negeri akan dikirim oleh komite Olimpiade nasional selama pertandingan. Mereka dikirim untuk membantu penyelenggaraan dan implementasi penanggulangan COVID-19 di kampung atlet dan venue.

Publik Jepang khawatir Olimpiade dapat menambah beban pada sistem medis Jepang. Komite telah mengamankan sekitar 90 persen dokter dan 80 persen perawat yang dibutuhkan untuk membantu Olimpiade. Olimpiade Tokyo, yang akan dibuka pada 23 Juli, akan diadakan tanpa penonton dari luar negeri sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA