Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Proses Produksi Volkswagen Terganggu Kelangkaan Chip

Sabtu 19 Jun 2021 06:36 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Volkswagen ID.3

Volkswagen ID.3

Foto: autocar
Konsumen Volkswagen mengalami penundaan pengiriman unit.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pandemi membuat sejumlah tantangan bagi industri otomotif. Salah satunya adalah soal adanya kelangkaan chip yang jadi salah satu komponen utama dalam mobil masa kini.

Dilansir dari Car Advice pada Jumat (18/6), hal ini pun membuat proses produksi sejumlah pabrikan jadi terganggu. Salah satu pabrikan yang mengalami gangguan produksi karena kelangkaan semiconductor adalah Volkswagen (VW).

Baca Juga

Hal ini pun berdampak bagi calon konsumen VW di Australia. Gangguan produksi ini memaksa sejumlah konsumen harus mengalami penundaan pengiriman unit yang telah dipesan.

Delay ini terjadi pada konsumen Australian untuk sejumlah produk tertentu. Beberapa produk yang terdampak diantaranya adalah VW Golf, Tiguan dan Touareg.

Saat ini VW Australia terus meningkatkan komunikasi dengan kantor pusat VW. Bahkan, VW Australia juga telah mengajukan permintaan untuk melakukan penambahan suplai.

Adanya penundaan pengiriman selama dua bulan ini pun membuat VW Australia terpakasa membatasi jumlah permintaan baru untuk produk-produk tersebut. Mengingat, saat ini, VW Australia tengah berusaha untuk dapat memenuhi konsumen yang telah melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Soal chip, sejumah produk VW itu membutuhkan beberapa chip spesifik yang digunakan dalam audio sistem Harman Kardon. Selain itu, VW juga membutuhkan chip dalam sistem transmisi sehingga sistem tersebut mampu bekerja secara akurat.

Chip untuk penunjang komponen itulah yang mengalami kelangkaan. Mengingat, saat ini sejumlah produsen chip tengah kuwalahan dalam memenuhi kebutuhan chip untuk perangkat elektronik lainya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA