Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Matahari Terbit di Utara Tanda Kiamat? Ini Penjelasan BMKG

Sabtu 19 Jun 2021 06:45 WIB

Rep: Haura Hafizah/ Red: Muhammad Hafil

Matahari Terbit di Utara Tanda Kiamat? Ini Penjelasan BMKG. Foto ilustrasi:   Matahari Terbit (ilustrasi).

Matahari Terbit di Utara Tanda Kiamat? Ini Penjelasan BMKG. Foto ilustrasi: Matahari Terbit (ilustrasi).

Foto: Republika/Yogi Ardhi
BMKG menjelaskan soal matahari terbit di utara yang dikaitkan kiamat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Koordinator Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hendra Suarta mengatakan matahari terbit dari utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) bukanlah tanda-tanda kiamat. Tetapi, itu adalah gerak semu matahari dan berputarnya bumi pada sumbunya yang miring 23,5 derajat.

"Simulasi posisi matahari pukul 08.00 WITA di MAN Jeneponto berdasarkan video yang beredar menujukkan posisi matahari memang sedang di belahan utara. Dari rekonstruki simulasi ini, posisi matahari searah dengan posisi gedungnya. Tidak ada yang aneh dengan peristiwa viral tersebut. Sehingga tidak benar ini tanda-tanda kiamat," katanya saat dihubungi Republika, Jumat (18/6).

Baca Juga

Kemudian, ia menjelaskan peristiwa ini adalah peristiwa biasa, tidak ada yang aneh, karena terjadi setiap bulan Juni. Pada saat bulan Juni setiap tahun matahari berada di belahan bumi Utara puncaknya tanggal 21 Juni. Sehingga matahari tidak terbit di timur tapi terbit mendekati arah timur laut antara timur dengan utara.

"Hal ini terjadi karena gerak semu matahari atau peredaran bumi mengelilingi matahari. Nanti di setiap bulan Maret dan September, saat matahari di khatulistiwa, matahari baru akan terbit di timur," kata dia.

Sebelumnya diketahui, seorang guru di Jeneponto, Sulawesi Selatan, merekam momen saat matahari terbit dari utara.Video berdurasi 3 menit 23 detik itu lalu menjadi viral di media sosial. Dalam video itu, pria yang diketahui sebagai guru sekolah tersebut menjelaskan, momen itu langka karena matahari seharusnya terbit dari timur.

“Melaporkan dari lokasi MAN Binamu. Sesuatu yang sangat aneh telah terjadi. Di mana matahari berada pada posisi di utara pagi ini pada hari kamis tanggal 17 Juni. Sekarang baru menjelang jam 8 matahari sudah berada pada posisi utara,” kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA