Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Pengamat: Airlangga Punya Potensi Jadi Cawapres

Jumat 18 Jun 2021 22:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting

Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting

Foto: Dok Pribadi
Pengamat menilai Airlangga lebih punya potensi menjadi Cawapres ketimbang capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, memiliki posisi tawar cukup tinggi untuk posisi calon wakil presiden (cawapres). Hal tersebut lantaran Partai Golkar dinilai memiliki logistik yang cukup.

"Beliau punya potensi pada cawapres, dia punya bargaining di situ," kata Pangi kepada Republika.co.id, Jumat (18/6). 

Baca Juga

Sementara itu untuk posisi calon presiden (capres), Pangi melihat hal tersebut sulit untuk Airlangga. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian itu dinilai masih terganjal elektabilitasnya saat ini.

"Untuk potensial beliau menjadi kunci, untuk jadi capres terpilih potensi kansnya belum tentu, karena kan dia masih terganjal pada soal elektabilitas yang belum  diderekkan," ujarnya. 

Pangi mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting, elektabilitas Airlangga masih berada di angka kisaran 1 persen. Partai Golkar dinilai punya pekerjaan rumah yang cukup besar dalam meningkatkan elektabilitas Airlangga.

"Bisa saja untuk tiga tahun, kita pelajari saja trennya, trennya kalau positif bukan tidak mungkin akan naik terus karena beliau mungkin belum maksimal untuk sosialisasi ke bawah, ke masyarakat," jelasnya.

Ia meyakini jika seluruh kader satu suara memilih Airlangga maka akan ada yang namanya Airlangga effect. Menurutnya saat ini hal tersebut belum terjadi karena jomplangnya antara elektabilitas Airlangga dengan elektabilitas Partai Golkar.

"Ini kan jomplang ini, Golkar elektabilitasnya oke, ketumnya masih di bawah. Ini harus diderek ini," ungkapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA