Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Langgar Aturan Covid-19, Dua Masjid di Bahrain Ditutup

Jumat 18 Jun 2021 19:02 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Langgar Aturan Covid-19, Dua Masjid di Bahrain Ditutup. Sebuah masjid di Bahrain

Langgar Aturan Covid-19, Dua Masjid di Bahrain Ditutup. Sebuah masjid di Bahrain

Bahrain mengawasi penerapan protokol kesehatan di masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Kementerian Peradilan, Islam dan Wakaf Bahrain telah menutup sementara dua masjid selama satu pekan terkait dengan Covid-19. Satu masjid ditutup selama satu pekan di Kegubernuran Ibukota setelah Tim Medis Nasional untuk Penanggulangan virus corona (Covid-19) menemukan kasus positif di sana.

Selanjutnya, kementerian juga menutup masjid lain selama satu pekan yang berlokasi di Kegubernuran Utara karena melanggar protokol kesehatan wajib. "Waktu tersebut akan digunakan oleh tim terkait untuk melakukan proses pelacakan kontak, membersihkan tempat tersebut, dan memastikan semua tindakan pencegahan diambil," demikian pernyataan kementerian, dilansir di News of Bahrain, Jumat (18/6).

Baca Juga

Bahrain telah membuka kembali masjid-masjid untuk pelaksanaan sholat lima waktu. Namun demikian, pemerintah setempat menegaskan bahwa jamaah harus mematuhi protokol kesehatan dan langkah-langkah anti Covid-19 guna memastikan keselamatan mereka.

Masjid yang gagal mematuhi aturan tindakan pencegahan tersebut ditutup sementara. Pemerintah Bahrain memperingatkan bahwa mereka akan menindaklanjuti penerapan langkah-langkah wajib di masjid-masjid dan mengintensifkan pengawasan guna melindungi kesehatan dan keselamatan jamaah.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Masyarakat pada Kementerian Kesehatan Bahrain telah melaporkan delapan pelanggaran saat melanjutkan pengawasan guna memastikan kepatuhan penuh terhadap langkah-langkah pencegahan untuk memerangi Covid-19. Restoran dirujuk ke otoritas terkait untuk tindakan hukum.

Sebelumnya, departemen kesehatan masyarakat pada Selasa memeriksa 88 perusahaan makanan dan minuman dalam kampanyenya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA