Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

AS Keluar dari Afghanistan, Isu Penting Buat Rusia

Jumat 18 Jun 2021 14:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang pejabat keamanan Afghanistan yang memegang peluncur granat berpeluncur roket (RPG) berpatroli di sebuah desa setelah mereka membersihkan daerah gerilyawan Taliban di distrik Achin di provinsi Nangarhar, Afghanistan, 31 Mei 2021 (dikeluarkan 01 Juni 2021).

Seorang pejabat keamanan Afghanistan yang memegang peluncur granat berpeluncur roket (RPG) berpatroli di sebuah desa setelah mereka membersihkan daerah gerilyawan Taliban di distrik Achin di provinsi Nangarhar, Afghanistan, 31 Mei 2021 (dikeluarkan 01 Juni 2021).

Foto: EPA-EFE/GHULAMULLAH HABIBI
Rusia memiliki pangkalan militer di Tajikistan.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ditariknya pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan menjadi isu penting bagi negaranya. Hal itu disebut memiliki beberapa dampak, termasuk terhadap keberadaan pangkalan militer Rusia.

Putin menjelaskan, Afghanistan memiliki perbatasan bersama dengan Tajikistan. Begitu juga Rusia yang memiliki pangkalan militer di Tajikistan. Tajikistan pun masuk dalam anggota blok militer pimpinan Rusia, yakni Collective Security Treaty Organization.

"Pasukan Amerika ditarik dari Afghanistan. Ini sangat dekat dengan kami, kami memiliki pangkalan militer di Tajikistan. Bagaimana kami akan membangun hubungan di daerah ini, bagaimana kami akan memastikan keamanan di kawasan ini, itu adalah masalah praktis yang sangat penting," kata Putin saat berbicara di Moskow pada Kamis (17/6), dikutip laman Anadolu Agency.

Putin mengonfirmasi bahwa isu tersebut menjadi salah satu topik pembicaraannya dengan Presiden AS Joe Biden di Jenewa, Swiss, Rabu (16/6) lalu. Mereka membahas tentang kontrol senjata, keamanan global dan siber, konflik regional, serta kerja sama di Arktik

AS memang mulai menarik personel militernya dari Afghanistan. Hal itu menjadi bagian dari kesepakatan perdamaiannya dengan kelompok Taliban. Taliban enggan memulai atau berpartisipasi dalam pembicaraan damai intra-Afghanistan sebelum semua pasukan asing hengkang dari negara tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA