Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Imbas Pandemi, Garuda Tunda Pembayaran Global Sukuk

Jumat 18 Jun 2021 14:06 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Terimbas pandemi Covid-19, Garuda Indonesia menunda pembayaran kupon global sukuk.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Terimbas pandemi Covid-19, Garuda Indonesia menunda pembayaran kupon global sukuk.

Foto: Republika/Prayogi
Penundaan tersebut merupakan langkah berat yang tidak terhindarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan penundaan pembayaran kupon global sukuk dari periode masa tenggang selama 14 hari yang berakhir pada tanggal 17 Juni 2021. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Singapore Exchange Announcement serta Sistem Pelaporan Elektronik PT Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Penundaan pembayaran kupon global sukuk tersebut memperhatikan kondisi perusahaan yang terdampak signifikan pandemi Covid-19," kata Irfan dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika, Jumat (18/6). 

Dia menuturkan, keputusan Garuda Indonesia untuk melakukan penundaan pembayaran kupon global sukuk tersebut merupakan langkah berat yang tidak terhindarkan. Irfan menegaskan, langkah tersebut harus ditempuh di tengah fokus perbaikan kinerja usaha serta tantangan industri penerbangan imbas pandemi yang saat ini masih terus berlangsung. 

Untuk itu, Irfan mengapresiasi dukungan yang diberikan para pemegang sukuk. "Khususnya atas upaya yang tengah dioptimalkan perseroan terhadap keberlangsungan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia di masa yang penuh tantangan ini," ungkap Irfan. 

Irfan menambahkan, perusahaan juga telah menunjuk Guggenheim Securities, LLC sebagai financial advisor yang akan mendukung langkah pemulihan kinerja usaha perseroaan. Khususnya melalui berbagai evaluasi strategi yang akan ditempuh dalam penyehatan kinerja fundamental perseroan bersama-sama dengan mitra strategis lainnya seperti PT Mandiri Sekuritas, Cleary Gottlieb Steen & Hamilton LLP, dan Assegaf Hamzah & Partners.

Penunjukan financial advisor ini juga, lanjut Irfan, merupakan wujud keseriusan kami dalam memastikan langkah berkesinambungan Garuda Indonesia dalam pemulihan kinerja Perseroan berjalan optimal. "Khususnya didukung oleh mitra strategis yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni dalam mendukung upaya perseroan melewati masa sulit ini," jelas Irfan.

Di tengah ketidakpastian iklim bisnis industri penerbangan, Irfan yakin kapabilitas Garuda Indonesia dalam meningkatkan resiliensi bisnis yang didukung oleh kolaborasi bersama mitra strategis menjadi aspek esensial. Khususnya dalam menunjang komitmen Garuda Indonesia untuk terus berkiprah sebagai national flag carrier Indonesia dengan menjadi entitas bisnis yang berdaya saing, adaptif dan sehat, serta mampu menjawab tantangan bisnis yang ada selanjutnya.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA