Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Huawei: 5G akan Hidupkan Teknologi Augmented Reality

Jumat 18 Jun 2021 13:59 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Huawei prediksi pasar AR akan menyentuh 300 miliar dolar AS pada 2025.

Huawei prediksi pasar AR akan menyentuh 300 miliar dolar AS pada 2025.

Foto: Budrul Chukrut/SOPA Images
Huawei prediksi pasar AR akan menyentuh 300 miliar dolar AS pada 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, SHENZHEN -- Pada gelaran Huawei Better World Summit untuk 5G+AR secara virtual pada Kamis (17/6), Huawei Carrier BG Chief Marketing Officer Bob Cai menyampaikan pidato bertajuk ‘5G+AR, Turning Dreams into Reality’. Dalam pidatonya, Cai menuturkan 5G ke depan akan menghidupkan teknologi augmented reality (AR).

Begitu pula sebaliknya, AR akan memantik gelora 5G. Selaras dengan temuan dari pihak ketiga, Huawei juga memprediksikan pasar AR nantinya akan menyentuh hingga 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2025.

“Pengadopsian AR pertama secara besar-besaran akan terlihat di lima industri prioritas, yakni edukasi, jejaring sosial, belanja, usaha perjalanan dan navigasi serta gim,” kata Cai.

“AR benar-benar akan menjadi pemampu terjadinya konvergensi antara dunia fisik dengan digital, mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,” tambahnya lagi.

Cai juga menyampaikan sejumlah studi kasus penerapan AR oleh Huawei. Pandemi Covid-19 yang melanda global saat ini menghalangi pelanggan untuk berkunjung secara langsung ke lokasi-lokasi demo produk dan solusi Huawei. Oleh karenanya, Huawei memanfaatkan teknologi AR untuk mendemonstrasikannya secara daring, sehingga komunikasi bisa terjalin lebih efisien.

Huawei juga menggunakan AR untuk mempercepat penyiapan BTS 5G. Cara ini diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi dalam setiap pembangunan dan penyiapan BTS 5G.

Selain itu, dalam perhelatan tersebut, Cai unjuk kebolehan akan kemampuan Huawei dalam ‘memproduksi’ AR. Huawei Air Photo menggunakan algoritma unik untuk mengonversikan foto 2D menjadi model 3D digital. Cara ini dianggap mampu mensimplifikasikan pemodelan karakter AR dalam mode 3D.

Cai kemudian memperkenalkan solusi mutakhir Huawei AR Engine, yakni sebuah platform untuk pengembangan teknologi AR yang dikembangkan oleh Huawei. Platform ini berorientasi pada perangkat-perangkat bergerak. Dengan Huawei AR Engine, pengembang hanya perlu menuliskan 10 baris kode untuk membuat efek-efek AR. Cara ini jauh lebih efisien untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi AR.

Sisi lain, Direktur Biro Manajemen Komunikasi Shenzhen He Chengjian menyampaikan keberhasilan Shenzhen menjadi kota pertama di dunia yang sudah terjangkau oleh jaringan 5G SA secara penuh. Layanan TIK yang direpresentasikan oleh teknologi AR berpotensi bisa diadopsi oleh semua lini industri, seperti produksi industri, e-commerce, perumahan, dekorasi rumah, kebudayaan, olahraga, pariwisata, layanan kesehatan hingga edukasi.

Baca Juga

Aplikasi-aplikasi AR menjadi mesin pendorong utama dalam transformasi digital, merombak bagaimana proses-proses produksi dijalankan hingga dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA