Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Kematian Covid-19 Global Mencapai Empat Juta Jiwa

Jumat 18 Jun 2021 09:43 WIB

Rep: dwina agustin/ Red: Hiru Muhammad

Vitamin D telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan Covid-19 di rumah sakit Amerika Serikat.

Vitamin D telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan Covid-19 di rumah sakit Amerika Serikat.

Foto: EPA
Lima negara teratas berdasarkan jumlah kematian: AS, Brasil, India, Rusia, Meksiko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kematian terkait virus corona di seluruh dunia melewati tonggak suram 4 juta kasus pada Kamis (17/6). Banyak negara masih berjuang untuk mendapatkan cukup dosis untuk melakukan vaksinasi.

Menurut analisis Reuters, butuh lebih dari setahun untuk jumlah kematian Covid-19 mencapai 2 juta, sementara 2 juta berikutnya dicatat hanya dalam 166 hari. Lima negara teratas berdasarkan jumlah kematian adalah Amerika Serikat (AS), Brasil, India, Rusia, dan Meksiko. Kelima negara itu mewakili sekitar 50 persen dari semua kematian di dunia. Sementara Peru, Hungaria, Bosnia, Republik Ceko, dan Gibraltar memiliki tingkat kematian tertinggi bila disesuaikan dengan populasi.

Melonjaknya kematian membebani kapasitas operasi krematorium di negara-negara berkembang dan para penggali kubur di beberapa negara terpaksa memperluas kuburan dengan deretan kuburan baru. India dan Brasil adalah negara yang melaporkan kematian paling banyak setiap hari dengan rata-rata tujuh hari dan masih bermasalah dengan masalah kremasi dan kurangnya ruang pemakaman. India menyumbang satu dari setiap tiga kematian yang dilaporkan di seluruh dunia setiap hari.

Banyak pakar kesehatan percaya bahwa jumlah kematian resmi tidak terhitung secara global, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bulan lalu memperkirakan kematian jauh lebih tinggi. Pekan lalu, negara bagian Bihar di India meningkatkan jumlah kematian akibat Covid-19 secara tajam lebih tinggi setelah ditemukannya ribuan kasus yang tidak dilaporkan.

Negara-negara di Amerika Latin menghadapi wabah terburuk mereka sejak Maret, dengan 43 dari setiap 100 infeksi di dunia dilaporkan di kawasan itu. Sebanyak sembilan negara teratas yang melaporkan kematian per kapita terbanyak selama seminggu terakhir semuanya berada di Amerika Latin.

Rumah sakit di Bolivia, Cile, dan Uruguay sebagian besar menampung pasien Covid-19 antara usia 25 dan 40 tahun seiring tren pasien yang lebih muda terus berlanjut. Di Sao Paulo, Brasil, 80 persen penghuni unit perawatan intensif (ICU) adalah pasien Covid-19.

Negara-negara miskin berjuang untuk menjalankan program vaksinasi karena kekurangan pasokan. Negara-negara kaya telah didesak untuk menyumbang lebih banyak untuk mengendalikan pandemi.

"Masalah utama di Amerika adalah akses vaksin, bukan penerimaan vaksin,” kata Direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika, Carissa Etienne.

Etienne mendesak negara-negara donor untuk mengirim suntikan sesegera mungkin. Negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) telah berjanji untuk memberikan 1 miliar vaksinasi Covid-19 untuk membantu negara-negara miskin memvaksinasi populasi mereka. 

 

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA