Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Pj Gubernur Kalsel: Gas dan Rem Tekan Penyebaran Covid-19

Jumat 18 Jun 2021 05:15 WIB

Red: Muhammad Hafil

Pj Gubernur Kalsel: Gas Dan Tekan Penyebaran Covid-19. Foto:   Ilustrasi: Ruang perawatan pasien Covid-19.

Pj Gubernur Kalsel: Gas Dan Tekan Penyebaran Covid-19. Foto: Ilustrasi: Ruang perawatan pasien Covid-19.

Foto: Anadolu Agency
Pj Gubernur Kalsel: Gas Dan Rem Pulihkan Ekonomi Dan Angka Penyebaran Covid

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Safrizal ZA mengapresiasi penanganan Covid 19 di wilayahnya. Sejauh ini selalu terkendali hingga mampu menekan angka penyebaran.

Hal itu diungkapkan Safrizal yang juga menjabat Dirjen Bina Admnistrasi Kewilayah (Adwil) sekaligus Wakil Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19 saat menghadiri Rakor upaya pengendalian Covid 19 Pemprov Kalsel. Ikut dihadiri Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Ketua DPRD Kalsel,  Sekda, Pelaku usaha, dan jajaran SKPD lingkup Pemprov Kalsel serta Kabupaten/kota.

Baca Juga

Safrizal menjelaskan saat ini fokus pemulihan ekonomi harus memiliki keseimbangan. Sebab, tak hanya degradasi angka ekonomi tapi juga bencana kemanusiaan.

"Sesuai arahan Presiden, kita juga melaksanakan kebijakan dasar penanganan covid 19, strategi gas dan rem dalam memulihkan ekonomi sekaligus angka penyebaran," Ujarnya seperti dalam keterangan resminya di Jakarta, (16/6).

Dalam catatannya, terdapat lima wilayah Kalsel memiliki resiko sedang lalu sisanya beresiko rendah. Dia pun memaksimalkan resiko rendah dengan menggenjot ekonominya.

"Angka kematian di Kalsel masih diatas rata-rata nasional, namun kita tak boleh lengah, masih tetap melakukan testing sembari upaya memulihkan ekonomi masyarakat," Kata Safrizal.

Selain itu, Safrizal memaparkan kalau ekonomi Kalsel tahun 2020 lalu tertekan hingga minus 1,8 persen. Beruntung hingga tahun mulai membaik hingga minus 1,25 persen.

"Tahun kwartal kedua 2021 menargetkan positif, dengan kisaran 0,5 persen atau semaksimalnya dengan capai positif tentu saja jadi target optimis, dengan rakor ini kita ngegas peningkatan perekonomian," Ungkap Safrizal.

Sementara menutup akhir 2021 dengan target positif 2 atau 3 persen. Apalagi, dengan sektor andalan Kalsel, sektor tambang, perkebunan dan pertanian.

Terakhir, kata Safrizal kendala tingkat kepatuhan pakai master dan jaga jarak harus sudah sesuai dengan tingkat nasional."Kita harus terus kampanyekan Protokol Kesehatan, perekonomian kita dorong tapi jaga disiplin Prokes, jangan sampai ada hambatan berarti dorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA