Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Presiden: Penumpang KRL dan Pekerja Stasiun Miliki Mobilitas

Kamis 17 Jun 2021 12:19 WIB

Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6). Vaksinasi di Stasiun Bogor yang merupakan tempat dengan interaksi mobilitas tinggi dan wilayah aglomerasi penyangga dari Kota Jakarta itu menyasar petugas stasiun, pekerja di stasiun dan penumpang kereta. Republika/Putra M. Akbar

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6). Vaksinasi di Stasiun Bogor yang merupakan tempat dengan interaksi mobilitas tinggi dan wilayah aglomerasi penyangga dari Kota Jakarta itu menyasar petugas stasiun, pekerja di stasiun dan penumpang kereta. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemerintah beri prioritas melindungi penumpang KRL dan pekerja stasiun dari COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penumpang kereta rel listrik (KRL) dan pekerja di stasiun memiliki mobilitas dan interaksi tinggi. Karena itu, pemerintah memberikan prioritas untuk melindungi mereka dari COVID-19.

"Bogor adalah wilayah aglomerasi penyangga Kota Jakarta, di mana mobilitas dan interaksi masyarakat Bogor dan Jakarta, semuanya tinggi," kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Stasiun Bogor di Kota Bogor, yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/6).

Baca Juga

Pada peninjauan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Eddy Sumitro, dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan pemerintah ingin ada percepatan pelaksanaan vaksinasi di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi misalnya stasiun kereta api, terminal bus, bandara, dan pelabuhan.

"Karena di tempat-tempat itu kalau tidak disegerakan vaksinasi akan terjadi penyebaran. Kita harap pada pagi ini, dengan dimulainya vaksinasi di stasiun dan lingkungannya, kita harapkan semua bisa terlindungi dari COVID-19," katanya.

Pelaksanaan vaksinasi di Stasiun Bogor untuk sasaran 1.500 orang pengguna jasa KRL Commuter Line. Dengan waktu pelaksanaannya dibagi menjadi dua, yakni pada Kamis hari ini untuk 750 orang, dan Jumat (18/6) untuk 750 orang, masing-masing mulai pukul 08:00 WIB.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan dipilihnya pengguna jasa KRL sebagai sasaran penerima vaksin, karena masuk dalam kategori rentan terpapar COVID-19. Bima Arya mengatakan pengguna jasa KRL adalah warga Kota Bogor dan sekitarnya yang bekerja di Jakarta atau sebaliknya, yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga rentan tertular COVID-19.

"Di Jakarta dan Bogor saat ini tren penularan COVID-19 meningkat lagi, sehingga harus diantisipasi. Salah satu langkah antisipasinya adalah melakukan vaksinasi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA