Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

PM Palestina Minta Pemerintah Baru Israel Akhiri Pendudukan

Kamis 17 Jun 2021 10:13 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh

Foto: AP/Majdi Mohammed
Pemerintah baru Israel tidak akan bertahan jika tidak memberdayakan Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Mohammed Shtayyeh mengatakan bahwa pemerintah baru Israel harus mulai bekerja untuk mengakhiri pendudukan. Dia menyatakan, pemerintah baru tidak akan bertahan jika tidak memberdayakan Palestina.

"Pemerintah Israel yang baru harus mulai bekerja untuk mengakhiri pendudukannya dan menghapus alat-alat kolonialnya terlebih dahulu dan terutama pemukiman ilegal," kata Shtayyeh dikutip dari Middle East Monitor.

Baca Juga

Perdana Menteri Palestina juga mengutuk pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri baru Israel Naftali Bennett saat menyuarakan dukungan untuk pemukiman ilegal Israel, terutama di Area C Tepi Barat yang diduduki. Dia juga memperingatkan konsekuensi berbahaya dari Pawai Bendera provokatif yang akan diadakan di Yerusalem Timur yang diduduki.

"Pawai ini dianggap sebagai agresi terhadap orang-orang kami di Yerusalem, serta agresi di tempat-tempat suci," kata Shtayyeh menekankan bahwa agresi ini harus dikendalikan.

Acara Bendera March membuat ultranasionalis Israel sayap kanan membanjiri daerah Muslim untuk merayakan penaklukan Yerusalem Timur oleh pasukan pendudukan Zionis menyusul gelombang kedua pembersihan etnis pada 1967. Mereka meneriakkan "matilah orang Arab" dan menyanyikan lagu-lagu rasialis dan sangat ofensif, ribuan orang terlihat berparade melalui daerah Muslim dengan mengibarkan bendera Israel. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA