Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Serangan Sistem Kontrol Industri Naik di Semester II 2020

Kamis 17 Jun 2021 07:32 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Serangan siber

Serangan siber

Foto: Flickr
Sebelumnya, serangan siber ICS telah menurun sejak semester kedua 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persentase serangan siber terhadap komputer sistem kontrol industri (Industrial Control System/ICS) meningkat pada semester kedua 2020. Sebelumnya, serangan siber ICS telah menurun sejak semester kedua 2019.

Secara global, persentase komputer ICS yang diserang pada semester kedua 2020 adalah 33,4 persen, ini merupakan peningkatan 0,85 poin persentase dari semester pertama 2020.

Baca Juga

Secara keseluruhan, persentase serangan terhadap komputer ICS meningkat di 62 persen negara yang diperiksa oleh peneliti Kaspersky dan di kelima industri yang diteliti.

Serangan terhadap organisasi industri selalu membawa potensi yang sangat menghancurkan, baik secara gangguan produksi maupun finansial. Selain itu, karena organisasi industri memiliki sistem informasi yang sangat sensitif, mereka cenderung menjadi target yang menarik bagi penyerang.

 

Pada semester kedua 2020, ancaman terhadap komputer ICS kembali mulai meningkat dari hampir setiap perspektif. Persentase ICS yang diserang meningkat secara global sebesar 0,85 persen dan variasi keluarga malware yang digunakan meningkat sebesar 30 persen.

Dari industri yang diteliti oleh peneliti Kaspersky, industri dengan persentase terbesar dalam hal upaya serangan terhadap komputer ICS adalah otomatisasi bangunan sebesar 46,7 persen. Ini meningkat hampir tujuh persen dari H1 2020.

Selanjutntam minyak & gas sebesar 44 persen, meningkat 6,2 persen dari H1 2020 dan integrasi teknik dan ICS sebesar 39,3 persen meningkat hampir delapan persen.

Ancaman terhadap industri minyak & gas dan otomatisasi bangunan telah meningkat sejak paruh pertama 2019. Dua industri lainnya yang diperiksa oleh peneliti Kaspersky (manufaktur energi dan otomotif) juga menunjukkan peningkatan persentase jumlah objek berbahaya yang diblokir terhadap komputer ICS.

Sebanyak 5.365 keluarga malware telah diblokir di komputer ICS, meningkat 30 persen dari paruh pertama 2020. Ancaman paling menonjol adalah backdoors (Trojan berbahaya yang mengambil alih kendali jarak jauh atas perangkat yang terinfeksi), spyware (program berbahaya yang dirancang untuk mencuri data), jenis Trojan lainnya serta skrip dan dokumen berbahaya.

Kepala ICS CERT di Kaspersky Evgeny Goncharov mengatakan 2020 adalah tahun yang tidak biasa di hampir seluruh aspek. Tahun 2020 tampaknya menyebabkan beberapa tren yang tidak biasa di seluruh lanskap ancaman ICS. Kaspersky biasanya melihat penurunan persentase komputer ICS yang diserang pada bulan-bulan musim panas dan Desember saat orang-orang pergi berlibur.

 

“Selain itu, sementara serangan ransomware menurun secara global, di negara maju, seperti AS dan Eropa, jumlah serangan sebenarnya meningkat secara signifikan-mungkin karena, di tengah penurunan ekonomi yang terjadi, para aktor ancaman mengira tempat-tempat ini memiliki bisnis yang berpotensi untuk membayar tebusan,” komentar Goncharov melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (15/6).

Di Asia Tenggara, persentase komputer ICS yang diserang menurun dibandingkan setengah tahun sebelumnya (seperti tahun-tahun sebelumnya).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA