Rabu 16 Jun 2021 21:53 WIB

Pelajar Asal Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Sukabumi

Diduga terlalu asyik berenang tanpa disadari korban sudah berada jauh dari pantai.

Ilustrasi Tenggelam
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Tenggelam

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang pelajar asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat hilang tenggelam saat berenang di Pantai Citepus, Kabupaten Sukabumi bersama rekan-rekannya pada Rabu (16/6). Hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. "Korban diketahui bernama M Hasbi berusia 17 warga Kampung Dramaga RT 03/01, Kecamatan Dramaga. Pelajar ini hilang tenggelam di Pantai/Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu karena terseret arus laut dan diterjang ombak sehingga tubuhnya terbawa ke tengah laut dan akhirnya tenggelam," kata Kapolsek Palabuhanratu Kompol Oki Eka Kartikayana kepada wartawan di Sukabumi, Rabu.

Informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah rekannya nekat berenang di Pantai Citepus yang saat kejadian gelombang cukup tinggi, diduga terlalu asyik berenang tanpa disadari korban sudah berada jauh dari pantai dan tiba-tiba datang ombak tinggi yang menghantam tubuhnya.

Baca Juga

Seketika, korban terseret arus balik laut dan mencoba meminta tolong. Seorang rekannya yang berada tidak jauh dari korban mencoba menolong dan sempat memegang tangan Hasbi. Tapi, karena ombak datang silih berganti dan arus cukup deras, akhirnya tangan korban terlepas dari genggaman rekannya dan tidak lama tubuhnya menghilang di pantai yang masuk dalam kawasan Uncesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Rekan korban yang histeris melihat kejadian rekannya tenggelam langsung panik dan sebagian ada yang menangis. Kejadian ini pun langsung dilaporkan kepada petugas keamanan laut terdekat dan tidak lama tim SAR gabungan dari unsur TNI, Polri, Forum Silaturahmi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi dan Pos Basarnas Sukabumi tiba di lokasi. 

Tim SAR pun langsung melakukan pencarian dengan menyisir lokasi tempat hilang tenggelamnya korban, namun hingga Rabu petang pencarian belum membuahkan hasil dan untuk sementara operasi SAR ini dihentikan dan dilanjutkan pada Kamis, (17/6). Kondisi arus laut yang deras ditambah gelombang tinggi cukup menyulitkan tim SAR yang melakukan aksi penyelamatan itu. Tapi, sayangnya tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, tidak menutup kemungkinan korban masih terbawa arus hingga jauh ke tengah.

"Kami masih berupaya melakukan pencarian dan pada hingga malam ini ada beberapa petugas yang bersiaga di lokasi untuk memantau, antisipasi ada tanda-tanda tubuh korban muncul ke permukaan laut," tambahnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan dalam operasi SAR ini pihaknya menurunkan sejumlah relawannya untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian musibah. Rencananya pencarian akan dilakukan hingga ke tengah laut dengan menggunakan perahu. Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan nelayan yang melaut jika melihat ada benda menyerupai tubuh manusia agar segera dilaporkan ke petugas terdekat agar bisa ditindaklanjuti.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement