Rabu 16 Jun 2021 21:14 WIB

Investasi Migas di Indonesia Masih Menjanjikan

Tantangan pengalihan investasi ke EBT juga terjadi di Indonesia.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus. SKK Migas menyatakan, investasi hulu migas di Indonesia masih menjanjikan.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus. SKK Migas menyatakan, investasi hulu migas di Indonesia masih menjanjikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SKK Migas menyataka investasi di sektor migas di Indonesia masih menjanjikan. Hal ini seiring masih terdapat temuan-temuan cadangan migas yang menggembirakan.

Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus, menyampaikan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2020 menurunkan realisasi investasi di sektor hulu migas di seluruh dunia, sekitar 30 persen. Tantangan investasi hulu migas semakin meningkat karena adanya kampanye dunia untuk mengalihkan investasi ke sektor energi baru terbarukan (EBT).

Baca Juga

Tantangan serupa juga terjadi di Indonesia. Per Mei 2021, capaian realisasi investasi mencapai 3,93 miliar dolar AS atau sekitar 31,7 persen dari target.

"Dengan membaiknya harga minyak, kami berharap situasi membaik karena dari sisi potensi, Indonesia masih menjanjikan," ucap Taslim, Rabu (16/6).

Sebagai bukti, kata dia, masih terdapat temuan yang cukup menggembirakan di pemboran sumur Maha di Perairan Makasar. Juga adanya temuan tambahan cadangan di Lapangan Banyu Urip yang dobel dari perkiraan sebelumnya.

"Semoga usaha bersama ini dapat meningkatkan kegiatan produksi di Tanah Air," ungkap Taslim.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement