Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Lama tak Terlihat, di Mana Jack Ma?

Rabu 16 Jun 2021 20:56 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Teguh Firmansyah

Jack Ma, pendiri dan ketua eksekutif perusahaan e-commerce China, Alibaba Group.

Jack Ma, pendiri dan ketua eksekutif perusahaan e-commerce China, Alibaba Group.

Foto: EPA-EFE/TASS/HOST PHOTO / POOL MANDATORY
Joe Tsai mengungkap kondisi Jack Ma saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pengusaha paling terkenal di China, Jack Ma, tengah menghindari sorotan publik. Demikian menurut laporan seorang eksekutif Alibaba.

Joe Tsai yang ikut mendirikan raksasa e-commerce China bersama Jack Ma mengaku berbicara dengan rekannya itu setiap hari. "Dia sebenarnya melakukannya dengan sangat, sangat baik. Dia menekuni melukis sebagai hobi, itu sebenarnya cukup bagus," kata Tsai, dilansir di BBC, Rabu (16/6).

Jack Ma menghilang dari publik setelah dinilai melanggar aturan regulator China pada bulan November. Upaya penawaran umum saham perdana (IPO) perusahaan  terbesar di dunia Ant Group dihentikan oleh regulator China mendadak.

Diyakini bahwa kritik Ma terhadap sektor keuangan China pada Oktober mendorong langkah penghentian tersebut. Pada konferensi teknologi keuangan, Jack Ma membandingkan bank tradisional dengan pegadaian, memuji manfaat sistem perbankan digital, serta menekankan bahwa keputusan pinjaman di masa depan harus didasarkan pada data, bukan agunan.

Ant Group menjalankan Alipay, sistem pembayaran online utama di China, yang telah melampaui uang tunai, cek, dan kartu kredit. Alibaba yang memiliki sepertiga dari Ant Group, mengalami penurunan harga saham di pasar saham setelah penangguhan diumumkan.

Setelah ini, China mengumumkan penyelidikan antimonopoli ke Alibaba, yang merupakan platform e-commerce terbesar di China. Situasi memuncak setelah Alibaba didenda 2,8 miliar dolar AS oleh regulator China pada April, yang mengatakan telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Baca Juga

Dua hari kemudian, Ant Group mengumumkan rencana restrukturisasi drastis, dengan regulator memaksanya untuk bertindak lebih seperti bank daripada perusahaan teknologi.

Tsai, yang juga CEO Alibaba, mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan gagasan bahwa Jack Ma telah menjadi sosok seperti maverick. :Gagasan bahwa Jack memiliki kekuatan yang sangat besar, saya pikir itu tidak sepenuhnya benar. Dia sama seperti Anda dan saya, dia individu yang normal." katanya.

Dia menambahkan bahwa setelah semua usahanya, Jack Ma sekarang hanya ingin fokus pada hal-hal yang benar-benar ingin dia habiskan, seperti pekerjaan filantropi dan hobi.

Namun, Tsai mengatakan perusahaan itu bergerak maju, dengan memisahkan apa yang terjadi pada Jack Ma dan apa yang terjadi pada bisnis perusahaan.

Bisnis Alibaba saat ini berada di bawah semacam restrukturisasi di sisi keuangan, dan juga dalam regulasi antimonopoli. "Kami harus membayar denda yang besar. Tapi kami sudah melupakannya, jadi kami melihat ke depan." tambahnya.

a

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA