Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Komnas HAM Belum Tahu Siapa Pimpinan KPK yang Bakal Datang

Rabu 16 Jun 2021 20:51 WIB

Red: Bayu Hermawan

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam

Foto: Republika/Thoudy Badai
Komnas HAM belum ketahui pimpinan KPK yang bakal penuhi panggilan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) belum bisa memastikan siapa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bakal datang memenuhi panggilan pada Kamis (17/6) besok. Komnas HAM akan meminta keterangan dari pimpinan KPK terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) pengawai KPK.

"Belum," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam melalui pesan singkat di Jakarta.

Baca Juga

Pemeriksaan pimpinan lembaga antirasuah tersebut dijadwalkan pada Kamis (17/6) di Kantor Komnas HAM. Pemanggilan itu merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya pimpinan KPK memilih mangkir dari panggilan pertama.

Untuk pemanggilan kedua tersebut sebenarnya mengalami penundaan dimana seharusnya pimpinan KPK dijadwalkan hadir pada Selasa (15/6), namun ditunda hingga Kamis (17/6). Terkait perkembangan penyelidikan kasus tes wawasan kebangsaan yang dilaporkan oleh sejumlah pegawai KPK, Komnas HAM telah mendapatkan keterangan dari Dinas Psikologi TNI AD dan instansi terkait lain.

Dalam permintaan keterangan tersebut Komnas HAM mendapatkan berbagai penjelasan terkait instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, dan mekanisme penilaian. Komnas HAM berharap instansi terkait lain bisa kooperatif dan bekerja sama agar kisruh yang terjadi di lembaga antirasuah dapat segera dituntaskan.

Sebagai tambahan, Komnas HAM berencana memanggil tiga ahli setelah semua rangkaian pemeriksaan dan pendalaman dari pihak-pihak terkait selesai dilakukan. Tiga ahli yang akan didatangkan Komnas HAM memiliki latar belakang disiplin ilmu tentang hukum, psikologi, dan ahli yang bisa menjelaskan nilai apa saja yang dibutuhkan publik terutama mengenai nilai kebangsaan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA