Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Loading Perdana di AS, VLGC Pertamina Kibarkan Merah Putih

Rabu 16 Jun 2021 18:41 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

VLGC Pertamina, (ilustrasi). Kapal Pertamina Gas 2 (PG 2) yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan pelayaran perdana untuk mengangkut kargo LPG dari benua Amerika dengan FOB basis di LPG Export Terminal milik Phillips 66 di Freeport, Texas.

VLGC Pertamina, (ilustrasi). Kapal Pertamina Gas 2 (PG 2) yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan pelayaran perdana untuk mengangkut kargo LPG dari benua Amerika dengan FOB basis di LPG Export Terminal milik Phillips 66 di Freeport, Texas.

Foto: ANTARA/seno
Kapal melakukan pelayaran guna membawa LPG sebagai supply kebutuhan energi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal Pertamina Gas 2 (PG 2) yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan pelayaran perdana untuk mengangkut kargo LPG dari benua Amerika dengan FOB basis di LPG Export Terminal milik Phillips 66 di Freeport, Texas. PG 2 mulai berlayar dari Indonesia sejak 27 April dan tiba di Houston, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2021. Pelayaran ini menjadi tonggak sejarah bagi kapal berbendera Indonesia yang dapat disandarkan di terminal LPG Amerika.

Mengangkut total 45 ribu MT LPG milik Subholding Commercial and Trading, Kapal PG 2 Dinakhodai oleh Kapten Dasuki dengan 27 orang kru, di mana 60 persennya berusia di bawah 40 tahun. Kapal ini akan menempuh perjalanan lebih dari 28 ribu mil laut dengan lebih dari 80 hari round trips days, dari Indonesia ke Amerika Serikat, lalu kembali ke Indonesia.

Menurut Kapten Dasuki, perjalanan melewati tiga benua dan dua samudra tersebut merupakan sebuah tantangan tersendiri, mengingat Kapal PG 2 harus lolos sertifikasi Pemerintah AS. Certificate of Compliance Examination, merupakan sertifikat pengakuan dari Pemerintah AS untuk Kapal PG 2 yang telah memenuhi aturan dan syarat.

“Saya tentunya sangat senang karena dengan dikeluarkannya sertifikat ini menunjukkan bahwa Pertamina Gas 2 dapat melakukan segala aktivitas, terutama di perairan Amerika Serikat,” ujarnya.  

PIS yang saat ini sebagai subholding shipping Pertamina mampu membuktikan diri mengelola kapal berbendera Indonesia yang disandarkan di pelabuhan internasional. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi PIS dimana perjalanan Kapal PG 2 kali ini diawaki oleh seluruh kru berkewarganegaraan Indonesia dan memenuhi persyaratan Classification Society/Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).

“Mudah-mudahan pencapaian ini menjadi langkah awal dan menumbuhkan kepercayaan diri untuk melebarkan sayapnya di industri pelayaran global,” ujar Kapten Dasuki.

Selama masa konstruksi PG 2 dibangun di bawah bendera Panama dan LR class, namun seiring dengan waktu dilakukan reflagging ke bendera Indonesia guna mendukung kapal bendera Indonesia dari grey list ke white list dan sekarang ini PG 2 di bawah class BV dan BKI.

Kapal buatan perusahaan Hyundai-Korea Selatan pada 2014 tersebut melakukan pelayaran guna membawa LPG sebagai suplai kebutuhan energi nasional.

Kapal PG 2 mampu berlayar 20 ribu nautical miles (1 NM = 1,852KM) tanpa pengisian bahan bakar dengan kecepatan 16,8 knot. Desain khusus yang disiapkan oleh PIS sendiri adalah dengan flexible cargo manifold arrangement; cargo handling LVVL (Liquid Vapor Vapor Liquid) atau VLLV (Vapor Liquid Liquid Vapor). Dengan konfigurasi tersebut, PG 2 dapat melayani operasional dengan fleksibilitas tinggi terhadap spesifikasi konfigurasi manifold terminal.

Rute yang ditempuh Kapal PG 2 adalah melalui rute Tanjung Sekong – Port Elizabeth – Freeport Texas. Rute tersebut melewati rute Afrika Selatan Cape of Good Hope (Tanjung Harapan), yang pada abad ke-15 digunakan oleh pelaut Portugal. Rute ini juga disebut sebagai Cape of Storm (Tanjung Badai), sesuai dengan reputasi cuaca ekstrem yang sering terjadi di rute ini, akibat pertemuan arus hangat dari timur Samudra Hindia dengan arus dingin dari utara Samudra Atlantik.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA