Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Saudi Gelar Expo Soroti Tulisan dan Kaligrafi Arab

Rabu 16 Jun 2021 11:29 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

Saudi Gelar Expo Soroti Tulisan dan Kaligrafi Arab. Foto:   Kementerian Kebudayaan Arab Saudi Gelar Pameran Kaligrafi Arab.

Saudi Gelar Expo Soroti Tulisan dan Kaligrafi Arab. Foto: Kementerian Kebudayaan Arab Saudi Gelar Pameran Kaligrafi Arab.

Foto: Arab News
Saudi Gelar Expo Soroti Tulisan dan Kaligrafi Arab

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Para seniman telah berbagi pemikiran tentang keindahan dan spiritualitas kaligrafi Arab yang “mempesona dan elegan”. Mereka juga membahas pentingnya bentuk seni, menjelang pembukaan pameran, Rabu (16/6) di Arab Saudi.

Seniman konseptual Saudi, Othman Al-Khuzaim, percaya minat global pada seni kaligrafi Arab telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dikaitkan dengan peningkatan kesadaran akan keindahannya.

Baca Juga

“Ketertarikan masyarakat pada kaligrafi secara umum telah mendorong mereka untuk menunjukkan apresiasi terhadap kaligrafi Arab, dengan segala bentuk dan lekuknya yang memesona dan elegan,” kata dia dikutip di Arab News, Rabu (16/6).

Kaligrafi Arab disebut menjadi saksi keindahan. Hal ini digambarkan oleh para kaligrafi Arab di dinding dalam Dua Masjid Suci, untuk menambah lebih banyak spiritualitas di tempat-tempat suci.

Al-Khuzaim menggambarkan kaligrafi Arab sebagai salah satu bentuk seni visual yang paling menonjol. Ia mengatakan sering merekomendasikannya kepada orang-orang, serta mendorong mereka untuk menikmati dan menghargainya, bahkan jika mereka tidak dapat membaca bahasa atau memahami arti kata-katanya.

Pameran yang diberi nama "Script and Calligraphy: A Timeless Journey" ini dibuka di Museum Nasional Riyadh. Expo akan berlangsung hingga 21 Agustus.

Hal ini adalah tempat yang baik bagi pendatang baru untuk memulai seni, atau bagi mereka yang sudah terbiasa dengannya untuk mempelajari lebih lanjut  tentang sejarah dan asal-usulnya sampai hari ini.

Diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan untuk menampilkan sejarah kaligrafi Arab, pameran seluas 1.500 meter persegi ini menyoroti perkembangan aksara Arab sejak awal, bersama dengan hubungan antara kaligrafi, seni kontemporer dan kecerdasan buatan (AI).

Perjalanan luar biasa melalui sejarah ini akan menampilkan masukan dari ahli kaligrafi Saudi dan internasional, serta seniman dan desainer kontemporer.

Kaligrafi sendiri dimulai dengan munculnya komunikasi tertulis di Jazirah Arab hampir 1.700 tahun yang lalu. Penelusuran perkembangan skrip dilakukan mulai dari yang terukir di atas batu dan termasuk dalam lukisan linier, manuskrip, maupun benda-benda lain di seluruh dunia Islam.

Pameran ini juga akan menghadirkan kisah terkini dengan mempertimbangkan aplikasi kaligrafi Arab paling modern, misalnya dalam mode, desain, dan bahkan AI.

Di samping memamerkan karya seni klasik, pengunjung juga akan menemukan mesin AI, yang dikembangkan oleh seniman dan desainer Mesir Haytham Nawar. Mesin ini memungkinkan menghasilkan bahasa piktografik baru di layar video.

Di ujung lain garis waktu kaligrafi Arab, pameran ini menampilkan salah satu halaman tertua Alquran yang masih ada. Halaman ini dipercaya berasal dari abad kedua Hijriah / abad ke-8 Masehi.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA