Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

ZOE: Sejak Awal Mei, Gejala Umum Covid-19 Tampak Berubah

Rabu 16 Jun 2021 00:50 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Pasien Covid-19 dibawa ke RS Royal London, Inggris, Senin (14/6). Berdasarkan data dari ZOE Covid Symptom Study, gejala umum Covid-19 telah berubah sejak awal Mei 2021.

Pasien Covid-19 dibawa ke RS Royal London, Inggris, Senin (14/6). Berdasarkan data dari ZOE Covid Symptom Study, gejala umum Covid-19 telah berubah sejak awal Mei 2021.

Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Varian Delta menimbulkan gejala Covid-19 yang tampak berbeda dari sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama lebih dari setahun, masyarakat mewaspadai batuk kering, kehilangan penciuman dan pengecapan, serta demam sebagai gejala Covid-19. Namun, tampaknya tanda-tanda yang jamak dialami orang-orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 itu sudah berubah hingga membuat mereka tak terdiagnosis lalu menyebarkan virusnya lebih lanjut.

“Sejak awal Mei 2021, kami telah melihat gejala teratas dan itu tidak sama seperti sebelumnya,” kata pemimpin penelitian di Inggris, Prof Tim Spector.

Menurut Spector, varian Delta yang awalnya diidentifikasi di India bekerja dengan cara yang agak berbeda. Namun, perbedaan itu bisa jadi juga karena Covid-19 sedang mewabah di kalangan anak muda dan gejalanya memang diketahui dapat berbeda-beda menurut kelompok umur.

Baca Juga

"Nomor satu adalah sakit kepala diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek, dan demam," kata Spector, dikutip dari The Sun, Selasa (15/6).

Orang yang berusia di bawah 40 tahun harus mewaspadai gejala sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek. Sementara itu, orang yang berusia di atas 40 tahun, tanda-tanda utamanya adalah sakit kepala, pilek, dan bersin.

Semua itu, menurut Spector, bukan gejala klasik lama. Gejala nomor lima adalah batuk.

"Jadi batuk lebih jarang dan kami bahkan tidak melihat kehilangan penciuman masuk ke 10 besar lagi dalam daftar gejala Covid-19," ujar Spector merujuk pada ZOE Covid Symptom Study.

Studi tersebut melacak wabah Covid-19 di Inggris sejak Maret 2020. Aplikasi itu menampung laporan dari jutaan orang Inggris tentang gejala Covid-19 yang mereka alami.

Belakangan ini, sakit kepala menjadi gejala paling umum. Keluhan ini memengaruhi 66 persen pasien di bawah 40 tahun dan 53 persen di atas 40 tahun.

Pasien berusia lebih dari 40 tahun memiliki gejala lebih sedikit. Gejala utama yang mereka rasakan sangat ringan berkat peran vaksin.

Mereka sama sekali tak mengalami gejala klasik seperti batuk, demam, atau kehilangan penciuman. Berdasarkan aplikasi, hilangnya kemampuan indra pengecap dan penciuman tidak lagi masuk dalam 10 gejala teratas secara umum.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA