Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Polri Telah Kantongi Identitas Penjual Data BPJS Kesehatan

Selasa 15 Jun 2021 20:48 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Esthi Maharani

Warga mengakses aplikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di perangkat telepon pintarnya di Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan saat ini BPJS Kesehatan masih menyelidiki dugaan ratusan juta data bocor milik peserta dengan investigasi dan penelusuran jejak digital, juga dilakukan mitigasi hal yang mengganggu keamanan data dalam layanan dan proses administrasi.

Warga mengakses aplikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di perangkat telepon pintarnya di Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan saat ini BPJS Kesehatan masih menyelidiki dugaan ratusan juta data bocor milik peserta dengan investigasi dan penelusuran jejak digital, juga dilakukan mitigasi hal yang mengganggu keamanan data dalam layanan dan proses administrasi.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Polri mengklaim telah mengantongi identitas penjual data BPJS Kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengklaim bahwa Bareskrim Polri telah mengantongi profil pelaku yang menjual data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RaidForums. Saat ini tinggal selangkah untuk penyidik menangkap terduga pelaku pembocoran data BPJS Kesehatan tersebut.

"Sejauh ini profil pelaku sudah didapatkan dan hanya tinggal dipelajari saja. Untuk lokasinya nanti dulu, akan dipastikan lagi," ujar Rusdi, Selasa (15/6)

Hanya saja, Rusdi enggan membeberkan identitas terduga pelaku pembocoran 279 juta data penduduk Indonesia itu. Mengingat hingga saat ini pihaknya belum melakukan penangkapan terhadap pelaku pembocoran tersebut. Hanya saja, pihaknya juga telah mendapatkan jejak digital terduga. Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk menangkap pelaku.

"Cryptocurrency yang diduga milik pelaku juga telah kami periksa. Ke depan pasti bakal ada perkembangan baru, kita tunggu saja," ungkap Rusdi.

Dalam perkara ini, kata Rusdi, penyidik Bareskrim Polri telah menyita server milik BPJS Kesehatan. Server tersebut untuk dijadikan alat bukti sekaligus memperkuat penyidikan guna membongkar pelaku kebocoran ratusan juta data  penduduk Indonesia.

"Kita sudah mendapatkan izin dari Pengadilan untuk menyita server milik BPJS Kesehatan," tutur Rusdi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA