Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Kasus Covid Melonjak Lagi, Luhut: Kesalahan Kita Ramai-Ramai

Selasa 15 Jun 2021 17:48 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Foto: Republika/Intan Pratiwi
Luhut meminta semua pihak melakukan refleksi menyusul kenaikan kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak melakukan refleksi menyusul kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa hari terakhir. Menurut Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu, kenaikan kasus Covid-19 merupakan kesalahan semua pihak.

"Ini kesempatan buat kita berkaca. Ini kesalahan kita ramai-ramai. Pemerintah sudah habis-habisan minta kita stay at home, tidak mudik. Kemarin kita ramai-ramai, ya ini buahnya," katanya dalam konferensi pers virtual Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Bidang Alat Kesehatan, Selasa (15/6).

Baca Juga

Luhut meminta masyarakat dan pemerintah untuk mawas diri menyikapi lonjakan kasus aktif Covid-19. Ia juga mengingatkan para pemimpin untuk selalu bisa memberikan contoh baik untuk bisa menekan penularan virus corona.

"Kita semua harus melakukan perenungan. Kalau kita sebagai pemimpin tidak memberikan contoh, ini dampaknya seperti ini. Banyak korban yang kita sadari langsung ataupun tidak langsung akibat kelakuan kita sendiri," ujarnya.

Kasus penularan Covid-19 di Indonesia mencatatkan penambahan sebesar 8.189 orang sehingga secara akumulatif jumlahnya mencapai 1.919.547 kasus, menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Senin (14/6), pukul 12.00 WIB. Penambahan kasus Covid-19 paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni sebanyak 2.722 kasus, diikuti Jawa Barat (1.532 kasus), dan Jawa Tengah (1.400 kasus).

 

 

Pada Senin, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, varian B.1.617.2 atau Delta yang pertama kali ditemukan di India mendominasi terjadinya lonjakan kasus pada sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Kudus, DKI Jakarta, dan juga Bangkalan belakangan ini. Hal ini disampaikan Menkes kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat terbatas terkait penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Kami sedikit menambahkan, melaporkan juga ke beliau mengapa ini penting, karena beberapa daerah, seperti Kudus, DKI Jakarta, dan juga Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian Delta-nya atau B1617.2 atau juga varian dari India mendominasi,” ujar Menkes saat konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (14/6).

Budi menyebut, penularan dari varian Delta ini lebih cepat dibandingkan varian lainnya. Meskipun demikian, varian ini tak lebih mematikan. Karena itu, Presiden Jokowi menginstruksikan agar implementasi penerapan protokol kesehatan di lapangan lebih diperketat lagi serta mempercepat pelaksanaan program vaksinasi.

“Bapak Presiden menekankan sekali lagi bahwa protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin sesuai dengan aturan PPKM mikro yang sudah ada,” kata Budi.

 

photo
Tren Covid-19 Meningkat, Zona Merah di Indonesia Bertambah. - (Republika)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA