Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Empat Petugas Vaksin Polio di Afghanistan Dibunuh

Selasa 15 Jun 2021 16:45 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Police Line

Police Line

Foto: [ist]
Semua petugas yang tewas berjenis kelamin laki-laki.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Empat petugas vaksin polio meninggal dunia dan tiga lainnya terluka dalam serangan terpisah di Kota Jalalabad, Afghanistan timur, Selasa (15/6). Seorang pejabat Departemen Kesehatan provinsi mengatakan, ini adalah serangan terbaru yang menargetkan petugas kesehatan.

Kepala imunisasi polio di Nangarhar, Jan Mohammad mengatakan, orang-orang bersenjata menargetkan pekerja polio di tiga lokasi di kota itu yang menewaskan empat orang dan melukai tiga lainnya. Mohammad menambahkan semua petugas yang tewas berjenis kelamin laki-laki.

"Hari ini adalah hari kedua operasi kami setelah tiga bulan tetapi kami harus menangguhkannya sekali lagi," kata Mohammad.

Gubernur Nangarhar, Zia ul Haq Amarkhil mengatakan, polisi sedang menyelidiki serangan tersebut. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok Taliban membantah terlibat dalam serangan.

Sebelumnya pada Maret kelompok bersenjata juga membunuh tiga pekerja vaksinasi polio berjenis kelamin perempuan di Jalalabad. Kelompok bersenjata itu memaksa para pekerja untuk menangguhkan kegiatan vaksinasi.

Banyak masyarakat konservatif Afghanistan yang menentang vaksinasi. Kelompok militan sering menyerang petugas kesehatan, karena mereka digunakan oleh Barat sebagai kedok untuk mata-mata. Afghanistan dan Pakistan adalah satu-satunya negara di dunia yang masih menghadapi endemik polio.

Gelombang pembunuhan telah melanda pusat-pusat kota sejak pembicaraan damai dimulai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan tahun lalu di Doha. Sebagian besar serangan menargetkan pegawai pemerintah, petugas kesehatan, media dan anggota masyarakat sipil. Kekerasan meningkat tajam di Afghanistan sejak Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukannya pada 11 September.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA