Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Badan Amal Muslim Inggris Komit Bantu Palestina

Selasa 15 Jun 2021 16:09 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

 Seorang wanita Palestina menangis saat pemakaman petugas keamanan Tayseer Ayasi di desa Sanour dekat Kota Jenin, Tepi Barat, 10 Juni 2021. Tiga warga Palestina tewas setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di Jenin.

Seorang wanita Palestina menangis saat pemakaman petugas keamanan Tayseer Ayasi di desa Sanour dekat Kota Jenin, Tepi Barat, 10 Juni 2021. Tiga warga Palestina tewas setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di Jenin.

Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Hampir satu dekade badan amal Muslim Inggris beri bantuan untuk Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah badan amal Muslim Inggris, Penny Appeal, komit memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Hampir satu dekade, Penny Apple menjalankan proyek kemanusiaan bersama organisasi mitra di sana. 

Terakhir, Penny Appeal menyalurkan bantuan tunai, membagikan paket makanan, perlengkapan bayi, dan produk kesehatan wanita. Penny Appeal telah secara langsung membantu lebih dari 77.000 orang sejak pertempuran bulan lalu.

Baca Juga

Pendiri Penny Appeal, Adeem Younis, mengatakan, tujuan badan amal itu adalah untuk memutus siklus kemiskinan di setiap tahap dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, tahapan ini selalu terhadang siklus konflik di Gaza.

"Sayangnya, ada peningkatan jumlah anak yatim yang harus kami dukung. Kami ingin memberikan solusi berkelanjutan yang dapat memberdayakan masyarakat, tetapi solusi kami terkadang tidak efektif karena setiap tahun, setiap dua tahun, semuanya hancur lagi, atau ada situasi darurat yang membawa Anda kembali ke titik awal," kata Younis, dilansir di Arab News, Selasa (15/6).

Sementara warga Gaza terus menghadapi siklus kemajuan yang biasa diikuti oleh kemunduran. Younis memperhatikan bahwa reaksi eksternal sangat berbeda kali ini. Menurutnya, mereka telah mengumpulkan lebih dari 500.000 poundsterling atau Rp10 miliar untuk keadaan darurat terbaru.

"Sumbangan datang bukan hanya dari umat Islam tetapi dari semua agama, dari semua latar belakang. Bahkan hari ini kami masih mendapatkan telepon setiap hari. Apa yang kami lihat adalah belas kasih dan dukungan dari masyarakat luas, bukan hanya Muslim, sangat, sangat berbeda," kata Younis.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA