Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

UMM Gelar Pelatihan Mikrotik Bersertifikat Internasional

Selasa 15 Jun 2021 15:54 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan mikrotik yang bersertifikat internasional, MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) di Kapal Garden Hotel, Malang.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan mikrotik yang bersertifikat internasional, MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) di Kapal Garden Hotel, Malang.

Foto: dok. Humas UMM
Sertifikat pelatihan mikrotik ini dikeluarkan oleh lembaga yang ada di Latvia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan mikrotik yang bersertifikat internasional, MikroTik Certified Network Associate (MTCNA). Gelaran yang dilangsungkan di Kapal Garden Hotel ini mengundang pemateri dan instruktur dari Spectrum.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Tulus Winarsunu mengungkapkan, pelatihan ini termasuk salah satu langkah menyiapkan Program Studi Diploma Cyber Security and Digital Forensic di UMM. Dalam hal ini termasuk menjalin kerja sama strategis dengan berbagai partner. "Salah satunya dengan Spectrum, perusahaan yang bergerak dalam bidang cyber security," ujarnya.

Sebelum berdiri, prodi baru memang sudah harus memiliki jalinan kerja sama yang baik. Hal ini utamanya dengan perusahaan-perusahaan yang relevan dengan prodi terkait

Tulus menegaskan, pihaknya sudah melakukan beberapa skema kerja sama. Sebut saja penyelenggaraan sertifikasi internasional. Begitupun dengan Spectrum kali ini, sudah ada empat skema sertifikat yang disiapkan.

“Sertifikat pelatihan mikrotik ini dikeluarkan oleh lembaga yang ada di Latvia. Jadi sudah diakui oleh dunia internasional,” ungkapnya.

Jika nanti para mahasiswa vokasi UMM lulus sertifikasi, kemungkinan besar akan ditarik menjadi instruktur di proyek yang sama di tempat berbeda. Menurut Tulus, mahasiswa vokasi tidak hanya berkuliah tapi juga bekerja sambil kuliah.

"Industri tidak hanya menjadi tempat magang namun mereka juga memiliki komitmen untuk menerima lulusan vokasi terkait," kata dia.

Sementara itu, pemateri Iskandar Iman Soeriyanto menjelaskan, kemampuan seperti ini sangat penting, utamanya di zaman serba digital. Terlebih lagi situasi pandemi yang memaksa sebagian masyarakat untuk bekerja dari rumah.

“Banyak hal yang bergeser ke digital. Era kolaborasi seperti saat ini juga menjadikan jaringan sebagai kebutuhan yang tak terelakkan,” katanya.

Berdasarkan pengamatan Iskandar, para peserta begitu antusias dalam memahami dan mencoba berbagai hal. Mereka saling berbagi masalah yang pernah dialami sehingga memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Usai memahami dengan baik, Iskandar berharap peserta bisa mengembangkan potensi dan mengimplementasikannya di masyarakat luas.

Peserta pelatihan, Ferry Pratama mengaku, banyak pengetahuan baru yang ia peroleh di pelatihan ini. Ada beberapa materi dasar yang kembali diingatkan lewat paparan materi. Kegiatannya menyenangkan karena bisa bertemu instruktur dan para peserta lain.

"Jadi ada teman sharing yang bisa saling membagi pengalaman dalam menangani jaringan. Tentu kami juga ingin agar bisa lulus ujian dan mendapatkan sertifikat,” ujar Ferry.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA