Selasa 15 Jun 2021 15:17 WIB

Ekspor Jatim Turun 13,14 Persen pada Mei 2021

Neraca perdagangan Jawa Timur sepanjang Mei 2021 mengalami defisit.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fuji Pratiwi
Logo BPS. BPS Jawa Tmur mencatat, ekspor Jawa Timur turun 13,14 persen (mtm) pada Mei 2021.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Logo BPS. BPS Jawa Tmur mencatat, ekspor Jawa Timur turun 13,14 persen (mtm) pada Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur mencatat, ekspor pada Mei 2021 mengalami penurunan sebesar 13,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu, dari 1,94 miliar dolar AS menjadi 1,69 miliar dolar AS. Sementara jika dibandingkan Mei 2020, nilai ekspor Jatim masih mengalami peningkatan sebesar 51,26 persen.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan menyatakan, penurunan nilai ekspor Jatim disebabkan adanya penurunan kinerja ekspor baik sektor migas maupun nonmigas. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas mengalami penurunan sebesar 11,43 persen, dari 1,76 miliar dolar AS menjadi 1,56 miliar dolar AS.

Baca Juga

"Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 92,54 persen dari total ekspor bulan ini," ujar Dadang, Selasa (15/6).

Begitu pun nilai ekspor sektor migas yang mengalami penurunam sebesar 29,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 179,67 juta dolar AS menjadi 125,83 juta dolar AS. Peranan ekspor sektor migas ini hanya menyumbang 7,46 persen dari total ekspor Jawa Timur pada Mei 2021.

Sejalan dengan ekspor, impor Jawa Timur pada Mei 2021 juga mengalami penurunan sebesar 13,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 2,39 miliar dolar AS menjadi 2,08 miliar dolar AS. Penurunan nilai impor disebabkan kinerja impor sektor nonmigas yang mengalami penurunan lebih besar dibandingkan kinerja impor sektor migas yang justru mengalami peningkatan.

Impor migas Jatim pada Mei 2021 mengalami peningkatan sebesar 24,30 persen, dari 457,67 juta dolar AS menjadi 568,90 juta dolar AS. Impor migas ini menyumbang 27,39 persen dari total impor Jawa Timur pada Mei 2021. 

Adapun nilai impor nonmigas Jawa Timur pada Mei 2021 justru mengalami penurunan sebesar 22,15 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya. Yakni dari 1,94 miliar dolar AS menjadi 1,51 miliar dolar AS. Impor nonmigas ini menyumbang 72,61 persen pada total impor Jatim di Mei 2021.

Dadang melanjutkan, berdasarkan catatan tersebut, neraca perdagangan Jawa Timur sepanjang Mei 2021 mengalami defisit sebesar 390,62 juta dolar AS. Secara kumulatif, selama Januari - Mei 2021, neraca perdagangan Jawa Timur juga masih mengalami defisit sebesar 1,59 miliar dolar AS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement