Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Israel Setujui Target Serangan Baru di Jalur Gaza

Selasa 15 Jun 2021 13:48 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Nur Aini

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina

Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina

Target baru itu dipersiapkan untuk kemungkinan ketegangan pecah di Flag March

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Stasiun televisi Channel 12 mengungkapkan bulan lalu Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyetujui target-target baru di Jalur Gaza. Israel dapat menyerang target-target itu kapan saja.

Dikutip dari Middle East Monitor pada Selasa (15/6) situs berita Arab48 melaporkan stasiun televisi Israel mengatakan target-target baru itu dipersiapkan untuk kemungkinan ketegangan antara Israel dan gerakan pembebasan Palestina pecah di Flag March yang digelar di Yerusalem.

Baca Juga

Namun, petugas keamanan Israel yakin gerakan pembebasan Palestina tidak akan menembakkan roket bila kegiatan tersebut digelar. Tetapi menerbangkan balon berbahan peledak, sementara mungkin ada rencana serangan di Tepi Barat.

Kepala Kepolisian Israel Jacob Shabtai membatalkan Flag March pekan lalu. Tetapi tepat beberapa hari sebelum pemerintah baru dilantik mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujuinya dan memutuskan untuk menggelarnya.

Kementerian Dalam Negeri Israel yang baru Omer Barlev akan meninjau ulang keputusan tersebut dan mungkin akan membatalkannya. Bila itu terjadi maka kabinet Israel akan menggelar rapat untuk memutuskan apakah mengadakan atau membatalkan pawai tersebut.

Flag March adalah pawai provokatif yang digelar pemukim Yahudi ilegal untuk merayakan pendudukan Israel di Yerusalem Timur. Mereka akan melewati jalan-jalan Kota Tua dan ke arah Masjid Al-Aqsa lalu menari dan bernyanyi untuk memprovokasi rakyat Palestina.

Selama Flag March banyak ultranasional Israel membanjiri wilayah-wilayah yang dihuni Muslim di daerah pendudukan di Yerusalem Timur. Wilayah yang direbut Zionis dalam pembersihan etnik tahun 1967. Mereka akan meneriakkan 'kematian orang Arab' dan menyanyikan lagu-lagu rasis. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA